Oleh karena itu, kita harus tunduk sebagai penyembah, mengakui kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan cara ini, semua dosa keegoisan yang menyertai kita dalam hidup ini diampuni.
Jika pengalaman batin ini dapat mencatat dan mengingat kebaikan dan keburukan dalam hidup, maka inilah esensi dari pemahaman nilai-nilai perjalanan kematian.
Meskipun dalam perjalanan ini, terkadang kita menyelaraskan persepsi kita dengan nilai-nilai kebenaran, di lain waktu kita sangat lalai dan mengikuti keinginan kita, yang pada akhirnya menyesatkan kita.
Dari kedua perspektif ini, kita harus merenungkan secara mendalam pilihan kita dan memilih untuk menjalani hidup dan membuat keputusan sesuai dengan prinsip-prinsipnya, demi kebaikan diri kita sendiri dan orang lain di masa depan.
Pada tahap ini, kita tidak berhenti di sini. Kita perlu introspeksi lebih lanjut, berpikir lebih realistis, mengamati lebih cermat, mendengarkan dengan saksama, bernapas dengan sadar, memilih kata-kata dengan hati-hati, berpegang teguh dengan percaya diri, mengandalkan yang terkuat, dan bertindak dengan hati-hati. Karena semua ini adalah jalan dan fondasi yang mendefinisikan kita sebagai hamba Allah Yang Maha Kuasa, tunduk dan taat kepada semua yang bekerja sesuai kehendak-Nya.
Dan setelah mengatasi semua ini, kita memohon kepada Allah agar mengilhami kita dengan kedamaian, mengakui keesaan Allah Yang Maha Kuasa, mengharapkan rahmat-Nya, dan menganugerahkan kepada kita berkat dan keselamatan-Nya di dunia dan akhirat.
(Eko B Art)




