Dalam khutbahnya Ustad Mujio memaparkan tinggal waktu19 hari kita akan memasuki bulan suci Ramadan 1447. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kepada kita untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan rasa gembira, dengan rasa bahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Di dalam hadis Rasulullah mengatakan, Barang siapa yang menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan hati bahagia, diharapkan jasadnya tidak disentuh api neraka. Kenapa kita berbahagia? Karena memang Ramadan ini adalah bulan yang kita tunggu-tunggu..
Dari mulai bulan Rajab kita berdoa, Syaban kita berdoa, apalagi di bulan suci Ramadan. Allahumma barik lana fi Rajab wa Syaban wa Sahban wa barik lana fi Ramadan. Kita ingin sekali disampaikan dalam bulan suci Ramadan, kenapa? Kenapa tidak seperti bulan-bulan yang lain? Karena Rasulullah mengatakan
Syahru Ramadhan syahru ummati, bulan Ramadhan itu kuciptakan untuk umatku untuk apa diciptakan Allah untuk mendapatkan ampunan daripada segala dosa-dosa yang mungkin pernah kita lakukan di dalam hadis disebutkan Allah mau menghapus dosa-dosa kita. Kenapa kita tidak menyambutnya dengan bahagia? Itulah sebabnya seorang mukmin menyambut datang bulan suci Ramadan dengan hati bahagia karena Allah memberikan keampunan kepada kita semua. Tidak ada manusia tentunya yang tidak punya khilaf. Manusia banyak melakukan kekhilafan, kesalahan, dosa.
Tetapi tidak akan melunturkan sifat Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun. Begitu banyak dosa-dosa kita, tapi Allah membuka kesempatan. Tinggal manusianya mau diberi kesempatan atau tidak. Allah Maha Pengampun. Tinggal manusianya, hambanya yang mau diampuni atau tidak. Tentunya tidak datang begitu saja ampunan itu dari Allah.
Ampunan itu datang dengan ikhtiar kita melakukan amal ibadah di bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, andainya kita disampaikan Allah pada bulan suci Ramadan tahun ini, jangan kita sia-siakan. Jangan kita lalai. Ini kadang-kadang di minggu pertama saja yang semangat, tapi minggu kedua mulai sepi.
Lebih lanjut Ustad Muji Andrianto memaparkan bahwa Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada kita. Mengertilah kita seandainya Ramadan itu sampailah kita di dalamnya tidak kita manfaatkan dengan amal ibadah. Semakin di penghujung mestinya akan semakin benar-benar dengan khusyuk dan tawaduk kita beramal ibadah. paparnya.
( Adam)




