ACEH TIMUR - Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) PMII menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Koherensi secara daring melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh KOPRI PKC dan KOPRI PC se-Indonesia.
Rakor ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk menyatukan arah gerak KOPRI, mulai dari isu pendidikan, keorganisasian, hingga kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat.
Dalam bidang pendidikan, KOPRI menegaskan komitmen memperkuat konsolidasi program beasiswa. KOPRI diposisikan sebagai pusat informasi dan penggerak akses beasiswa bagi kader perempuan di seluruh wilayah.
Tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi, KOPRI juga mendorong pendampingan dan inkubasi beasiswa secara terstruktur, termasuk kelas persiapan CV, esai, hingga wawancara.
Rakor juga membahas timeline beasiswa nasional, seperti LPDP, Beasiswa Baznas, Afirmasi Daerah, Indonesia Bangkit, hingga Beasiswa Unggulan, agar KOPRI di daerah dapat bergerak lebih sistematis dan tepat waktu.
Pada sektor keorganisasian, Rakor merekomendasikan penataan ulang tata kelola KOPRI, termasuk penguatan kewenangan, pembentukan KOPRI di setiap level PMII, serta penegasan mekanisme pemilihan pimpinan melalui forum-forum resmi organisasi.
Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan kaderisasi dan konsolidasi internal yang selama ini kerap tersendat.
Tak kalah penting, Rakor memaparkan hasil audiensi KOPRI dengan Wakil Presiden RI.
Dalam audiensi tersebut, Wapres membuka peluang magang bagi kader KOPRI di IKN, kementerian, hingga sektor industri. KOPRI juga didorong menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pemberdayaan perempuan muda, pencegahan stunting, penguatan literasi di wilayah 3T, serta pengembangan keterampilan masa depan seperti AI, coding, dan STEM.
Ketua KOPRI PC PMII Aceh Timur, Sahabati Marza, menyambut positif hasil Rakor tersebut. Ia menilai Rakor Koherensi menjadi momentum penting untuk mengakhiri gerak sporadis KOPRI di daerah.
“Kami sangat mendukung penuh arah kebijakan hasil Rakor Koherensi ini. KOPRI harus tampil lebih progresif, terukur, dan berdampak langsung bagi kader perempuan. Apa yang diputuskan di tingkat nasional harus benar-benar diterjemahkan hingga ke PC, termasuk di Aceh Timur,” ujar Marza, Jum'at (9/1/2026) usai mengikuti kegiatan via zoom tersebut.
Marza menegaskan, KOPRI Aceh Timur siap mengambil peran aktif dalam penguatan akses beasiswa, pendampingan kader, serta program pemberdayaan perempuan muda yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Rakor Koherensi ini menandai keseriusan KOPRI PMII untuk bertransformasi: dari sekadar organisasi pendamping menjadi kekuatan strategis nasional dalam mencetak kader perempuan unggul, berdaya saing, dan berpengaruh di ruang-ruang kebijakan publik.
(Farhan)























