-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Korban Pengeroyokan, Pimpinan Media Medan Sumut Pos Dirawat Ke Rumah Sakit Haji Oleh Anggota DPRD

    Monday, January 5, 2026, 13:28 WIB Last Updated 2026-01-05T06:28:20Z


    MEDAN - Azhari, Ketua Umum Barisan Persaudaraan Forum Muslimin Indonesia (BP FORMI) sekaligus Pimpinan Umum/Pemimpin Redaksi Medan Sumut Pos, Medan Sumut Pos TV Channel, dan medansumutpos, yang telah menjadi korban penganiayaan brutal. Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan dan dirawat kerumah sakit Haji Medan oleh H.Rakhmadsyah, SH, Anggota DPRD Deli Serdang dan juga selaku Penasehat Ormas Islam Kelaskaran BP FORMI, Minggu, (4/1/2026) pagi, untuk mendapatkan perawatan medis.


    Di ketahui Azhari, mengalami mual, oyong (sempoyongan), serta pusing hebat, yang diduga kuat akibat benturan dan kekerasan fisik yang dialaminya. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif dan observasi medis.


    Kronologi Kejadian

    Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media, peristiwa penganiayaan terjadi pada Jum’at malam, 2 Januari 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, Azhari berjanjian jumpa dengan Abdul Latif Balatf selaku Ketua MPTW yang di sepakati jumpa di Jln.Letda Sujono dekat SPBU.


    Namun sesampai di lokasi tiba-tiba, korban melihat belasan orang yang diduga anggota  MPTW pimpinan Abdul Latif Balatf, bersama Sori Muda Siregar alias Baon Cs. tanpa panjang cerita Pelaku Baon, langsung mengatakan, ini orang penjual Masjid sambil memprovokasi orang sekitar yang lewat, akibat nya terjadi pengroyokan sehingga Azhari pun mengalami tindakan kekerasan fisik secara brutal.


    Akibat penganiayaan tersebut, setelah pada Sabtu, 3 Januari 2026 usai membuat LP di Polrestabes Medan, kondisi tubuh Azhari tampak melemah dan sempoyongan, hingga mengeluh pusing berat dan mual.


    Karena kondisi Azhari (korban) tidak kunjung membaik setelah satu hari usai peristiwa pengroyokan akhirnya dilarikan ke RS Haji Medan pada Minggu pagi, 4 Januari  untuk pemeriksaan dan observasi lanjutan.


    “Abang mengeluh, mual dan pusing hebat serta kehilangan keseimbangan sejak malam kejadian, demi keselamatan, langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar istri Azhari.


    Kecaman Keras dan Dukungan Moril


    Insiden penganiayaan ini menuai kecaman keras dari berbagai tokoh umat dan masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Deli Serdang, Ust. H.Sulaiman Hasibuan, yang mengecam keras tindakan kekerasan brutal tersebut.

    Menurutnya, tindakan penganiayaan terhadap tokoh ormas Islam sekaligus pimpinan media merupakan perbuatan biadab, melanggar hukum, dan mencederai nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. 


    Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Deli Serdang, Ust. H.Sulaiman Hasibuan, juga mendesak aparat kepolisian agar bertindak tegas tanpa pandang bulu.

    Kecaman dan dukungan moril juga disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Deli Serdang, serta unsur Kecamatan Percut Sei Tuan, yang menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.


    Mereka menyatakan solidaritas dan dukungan penuh kepada korban agar segera pulih, serta meminta agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku.

    “Tindakan kekerasan dan premanisme dengan mengatasnamakan organisasi tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. 


    Aparat harus bertindak tegas demi menjaga ketertiban dan keharmonisan umat,” tegas tokoh agama tersebut.


    Desakan Keras kepada Aparat Kepolisian

    Insiden ini juga mendapat sorotan luas dari tokoh masyarakat, aktivis, dan insan pers.

    Diantaranya, kutukan di sampaikan Panglima LPI Sumut, Ahmad Efendi Bangun dan juga Sai'in.


    Mereka mendesak aparat kepolisian agar bergerak dan bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang melibatkan ormas MPTW pimpinan Abdul Latif Balatf bersama belasan anggotanya serta Sori Muda Siregar/Baon Cs.


    Sebagai pimpinan ormas Islam dan media yang selama ini dikenal kritis menyuarakan keadilan, keumatan, dan penolakan terhadap ketidakadilan, Azhari (korban) dinilai kerap menjadi sasaran intimidasi. 

    Oleh karena itu, publik menegaskan kasus ini tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana biasa.


    “Kami mendesak Kapolda Sumatera Untuk segera menangkap Pelaku Penganiayaan Pimpinan Medan Sumut Post,yang masi terbaring di RS Haji Medan.


    (HTN)

    Komentar

    Tampilkan