Korwil berinisial SDR mengakui memang berada di hotel tersebut tetapi tak terjadi apa - apa yang melanggar norma dan kesusilaan. Bahkan dia menyadari telah di kuntit beberapa orang sebelum memasuki Hotel tersebut.
"Pada hari itu saya ada tugas literasi di Provinsi, kebetulan ibu itu satu kantor itu di literasi,dia piket pagi dan kebetulan saya berangkatnya siang. Lalu dia menanyakan berangkat nggak Pak, kalau berangkat dia mau nebeng (Menumpang_red) pulangnya",tutur SDR kepada awak media. (03/01/26)
Selanjutnya SDR mengatakan bahwa pulangnya sore,kwatir kalau bareng si ibu nanti Kesorean, namun si ibu tetap berharap untuk menumpang.
"Nggak apa - apa pak saya mau,nanti tak tunggu sambil saya istirahat di penginapan,sampai sampeyan selesai lalu jemput saya",tambahnya menirukan ucapan si Ibu.
Lanjut selesai piket SDR berniat menjemputnya,ternyata dari belakang sudah dibuntuti oleh seseorang yang memotret Mobil
"saya tanya orang itu ngapain foto mobil saya, setelah itu dia enggak mau terus terang ada kawan-kawannya yang di belakang, saya curiga karena sebelumnya saya itu ada permasalahan di Way Bungur yang membuat saya takut terhadap mereka",ucapnya.
SDR masuk kedalam lalu menyampaikan ke sang ibu kejadian diluar tadi dan berniat kembali ke Kantor namun si ibu juga ketakutan.
Kalau sampeyan pergi, terus saya gimana Pak, nanti takutnya saya ini di apa-apain di introgasi,saya takut",ucap si ibu.
Lalu SDR berpikir nanti kalau seandainya keluar ditanya-tanya,akhirnya dia kembali dan menyampaikan ke ibu kalau keluar otomatis sudah ditunggu orang.
"Kami bermusyawarah dan keluar meskipun sudah ditunggu orang-orang tersebut",tuturnya
Karena tak tahu masalahnya si ibu meminta agar dirinya tak disangkut pautkan dengan urusan SDR
"Saya merasa terancam lalu saya kembali menyampaikan, kitan sudah terlalu lama di sini, kita keluar saja kita hadapi semua enggak tahunya, ketika kami keluar sampai parkir ternyata memang benar orang itu yang pernah ada masalah dengan saya yang intinya ingin agar saya itu turun jabatan dan kembali menjadi kepala sekolah saja", ujarnya.
SDR memastikan tak ada kejadian perselingkuhan dan perbuatan maksiat saat berada di dalam hotel, Dia juga bersiap untuk melepaskan jabatannya sebagai Korwil pendidikan kecamatan Way Bungur.
"Kasihan si Ibu yang tak tau apa - apa dan tak ada kejadian apa - apa harus menanggung beban yang berat karena tersangkut masalah saya, Saya memastikan dia tak terlibat dan tak ada hubungan apapun diantara kami berdua", pungkasnya.
SDR juga menyampaikan terlambat memberikan klarifikasi karena harus berembuk dan menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi kepada keluarganya.
(Iman)























