-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Musrenbangkel Rawa Arum Tekankan Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan dan Prioritas Infrastruktur

    Wednesday, January 28, 2026, 14:15 WIB Last Updated 2026-01-28T07:34:50Z

    CILEGON – Pemerintah Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) dengan mengusung tema “Optimalisasi Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan dalam Pemenuhan Infrastruktur Fisik dan Sosial”. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kelurahan Rawa Arum, Rabu (28/1/2026).


    Musrenbangkel dihadiri Camat Grogol, Lurah Rawa Arum, perwakilan Bappeda Kota Cilegon, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Tim Kotaku, Kepala Puskesmas Grogol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PKK, LPM, para Ketua RW dan RT, Karang Taruna, Pokmas, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.


    Camat Grogol, Jajat Sudrajat, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbangkel merupakan forum strategis dalam menyusun dan menentukan usulan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, bukan sekadar agenda formal tahunan.


    “Musrenbangkel ini menjadi ruang penting untuk menyaring aspirasi warga. Setiap usulan harus berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dan selaras dengan visi Kota Cilegon, yaitu Cilegon Juare yang menjunjung nilai jujur, amanah, dan religius,” ujar Jajat.


    Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti proses musyawarah secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab agar hasil yang dihasilkan memiliki kualitas dan dapat direalisasikan.


    Dalam forum tersebut, Jajat juga menyoroti sejumlah sektor yang perlu menjadi perhatian utama, seperti perbaikan infrastruktur lingkungan, penanganan banjir dan drainase, penerangan jalan umum (PJU) dan peningkatan pelayanan publik, serta program pemberdayaan masyarakat.


    “Persoalan banjir, drainase, PJU, dan RTLH harus menjadi prioritas. Termasuk penerangan jalan dari wilayah Cidangdang hingga Bujang Gadung yang masih minim dan perlu penambahan,” jelasnya.


    Jajat menegaskan pentingnya sinergi antara kelurahan, OPD, Bappeda, dan instansi terkait agar seluruh usulan yang dihasilkan dapat masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).


    “Jangan sampai usulan ini hanya berhenti sebagai dokumen. Harus terintegrasi dalam RKPD agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027,” tegasnya.


    Meski di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, Jajat tetap mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme dan komitmen bersama.


    “Dengan perencanaan matang, penentuan skala prioritas yang tepat, serta komitmen bersama, pembangunan tetap bisa berjalan,” tambahnya.


    Sementara itu, Lurah Rawa Arum, Rahmatullah, menyampaikan bahwa Musrenbangkel menjadi sarana utama dalam merumuskan arah pembangunan kelurahan yang terencana dan berkelanjutan.


    “Musrenbangkel ini bertujuan untuk menyusun usulan pembangunan prioritas agar pelaksanaan pembangunan ke depan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.


    Ia menjelaskan, usulan pembangunan untuk tahun 2027 difokuskan pada penanganan banjir, perbaikan drainase, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni. Sedangkan program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 meliputi pembangunan drainase, tembok penahan tanah (TPT), dan pavingisasi lingkungan.


    Rahmatullah berharap seluruh usulan yang telah disepakati dapat direalisasikan sesuai kebutuhan warga serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Rawa Arum.


    “Kami berharap Musrenbangkel ini menjadi dasar pembangunan yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan