Hasil karya CV Soma Jaya Kontruksi tersebut dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 dinilai belum memenuhi harapan masyarakat, baik dari sisi kualitas maupun transparansi.
Berdasarkan keluhan warga dan hasil pantauan di lapangan, pembangunan jalan tersebut diduga sebagai proyek siluman. Pasalnya, hingga saat ini tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas nilai anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, maupun jangka waktu pelaksanaan proyek.
Selain minimnya informasi, warga juga mengeluhkan material pekerjaan yang belum dilengkapi pasir. Jalan yang baru dilakukan penimbunan batu onderlag tersebut dibiarkan tanpa lapisan pasir, bahkan disebut-sebut baru akan diberikan pasir hingga memasuki tahun 2026, meski proyek tersebut merupakan kegiatan tahun anggaran 2025.
“Proyek tahun 2025, tapi sampai sekarang belum disiram dengan pasir,” ujar salah satu warga Desa Jepara yang enggan disebutkan namanya, Senin (5/1/2025).
Warga juga menyoroti ketebalan lapisan onderlag yang terlihat tipis dan permukaan jalan yang tidak rata di beberapa titik. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan jalan, terlebih jika diguyur hujan dan dilewati kendaraan bermuatan.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka serta melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut. Mereka juga meminta agar pengawasan diperketat, sehingga pembangunan infrastruktur desa benar-benar sesuai spesifikasi teknis dan tidak merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Soma Jaya Konstruksi maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi atas keluhan warga dan dugaan proyek siluman tersebut.
(IMN)






















