Ronny menilai para pengungsi saat ini tinggal di tenda darurat yang tidak layak dan berisiko, terutama di kawasan Pante Bidari, Julok, Indra Makmu, dan Lokop. Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak, jika banjir kembali terjadi.
“Pengungsi yang kehilangan rumah dan tinggal di daerah rawan sebaiknya dipindahkan sementara ke DPRK dan ISC agar lebih aman dan mudah diawasi,” kata Ronny, Jumat, (9/1/2026).
Menurut dia, pemindahan ke pusat pemerintahan akan memudahkan pengawasan, distribusi bantuan, serta akses layanan kesehatan dan media.
Ia juga menilai Gedung DPRK Aceh Timur layak dimanfaatkan karena dinilai belum optimal digunakan untuk kepentingan publik.
Ronny berharap pemerintah pusat hingga kabupaten mengawal penanganan pengungsi hingga kondisi mereka benar-benar pulih dan mendapatkan hunian tetap.
(Farhan)























