Kepala SMPN 5 Cilegon, Dr. M. Asholahudin atau yang akrab disapa Bapak Ade, menegaskan bahwa SMPN 5 siap menjadi motor penggerak digitalisasi pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan status SMPN 5 sebagai sekolah kandidat Google serta dukungan sumber daya guru yang telah berpengalaman di tingkat nasional.
"Kami siap berkolaborasi dengan PGRI Kota Cilegon. SMPN 5 memiliki guru-guru yang sudah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia dalam kegiatan orientasi KSRG. Nantinya kami akan membentuk tim inti dari guru-guru SMPN 5 untuk disebar ke delapan kecamatan di Kota Cilegon," ujar Bapak Ade.
Ia menambahkan, ketika PGRI membutuhkan narasumber terkait digitalisasi pembelajaran, pihak sekolah siap memberikan waktu dan izin kepada para guru SMPN 5 untuk terlibat aktif. Langkah awal kolaborasi ini akan difokuskan pada penyusunan silabus dan konsep pelatihan digitalisasi pembelajaran.
Salah satu fokus utama program ini adalah optimalisasi pemanfaatan TV pintar (smart TV) yang telah disalurkan pemerintah ke sekolah-sekolah. Saat ini setiap sekolah telah menerima satu unit TV, dan pada tahun 2026 direncanakan akan mendapat tambahan dua unit lagi.
"Tujuannya jelas, bagaimana konsep digitalisasi pembelajaran bisa berjalan dan TV pintar yang ada benar-benar terimplementasi di kelas. Ini akan kami diskusikan kembali bersama PGRI untuk menentukan waktu realisasinya. Yang pasti, kami sudah siap agar program pemerintah bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh sekolah-sekolah di Kota Cilegon," tegasnya.
Sementara itu, Ketua KSRG SMPN 5 Cilegon, Saiful Fadilah, menjelaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon yang mulai tahun 2026 akan menerapkan program pembelajaran digital untuk jenjang SMP dan SD.
"Digitalisasi pembelajaran ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dan pemerintah pusat, khususnya terkait penyaluran bantuan fisik berupa TV. Namun, pemanfaatannya di satuan pendidikan belum sepenuhnya maksimal, sehingga program ini diluncurkan," jelas Saiful.
Ia menambahkan, SMPN 5 Cilegon ditunjuk sebagai sekolah rujukan karena menjadi satu-satunya sekolah di Provinsi Banten yang berstatus KSRG kandidat sekolah rujukan. Saat ini, tim K SMPN 5 berjumlah 20 orang dan telah mulai menyusun konsep serta pola pelatihan agar terdapat kesamaan pandangan tentang digitalisasi pembelajaran.
"Kami ingin menghadirkan konsep digitalisasi yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh satuan pendidikan. Fokus utama kami adalah pemanfaatan TV dan perangkat digital secara maksimal dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan pembelajaran, asesmen berbasis digital, hingga penerapannya langsung di kelas," ungkapnya.
Saiful berharap, melalui penyusunan silabus dan program pelatihan yang berkesinambungan, ekosistem pembelajaran digital di Kota Cilegon dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
"Seperti yang disampaikan Ibu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Cilegon siap menuju sekolah digital. Target kami minimal berjalan berkesinambungan, berkelanjutan, dan menjangkau delapan kecamatan di Kota Cilegon," pungkasnya.
(Vie)




