PEKALONGAN - Polres Pekalongan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Bertempat di lahan binaan Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kesesi, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, Kamis (08/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sebelum turun ke sawah, jajaran Polres Pekalongan bersama Forkopimda mengikuti Zoom Meeting bersama Kapolri yang berpusat di Bekasi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Wakapolres Pekalongan Kompol M. Nurkholis S.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, perwakilan Kodim 0710 Pekalongan Mayor Yulian, Kepala DKPP, Kejaksaan Negeri, hingga kelompok tani setempat.
Dalam sambutannya, AKBP Rachmad menegaskan bahwa Polri berperan aktif sebagai motor penggerak ketahanan pangan di daerah. Lahan seluas 10.000 meter persegi (1 hektar) di Desa Ujungnegoro ini menjadi bukti keberhasilan monitoring dan pendampingan kepolisian terhadap petani.
"Polri mendukung penuh program nasional implementasi Asta Cita dalam bidang ketahanan pangan. Kegiatan panen raya jagung serentak ini bertujuan mencapai Swasembada Pangan tahun 2026, meningkatkan produksi dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan terhadap jagung impor," tegas AKBP Rachmad.
Kapolres menjelaskan bahwa hasil panen yang melimpah ini tidak lepas dari pemantauan intensif yang dilakukan personilnya bersama instansi terkait. Mulai dari tahapan tanam, perawatan, hingga masa panen, semuanya termonitor dengan baik untuk meminimalisir risiko gagal panen.
"Lahan siap panen di sini mencapai 10.000 m2. Kami selalu memonitoring perkembangan jagung ini secara berkala. Diharapkan hasil panen ini dapat disalurkan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Pekalongan," tambahnya.
Usai memberikan sambutan, Kapolres bersama tamu undangan langsung turun ke lahan untuk melakukan pemetikan jagung secara simbolis. Suasana guyub terlihat saat aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan petani bahu-membahu mengumpulkan hasil bumi tersebut.
Menutup arahannya, Kapolres berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi ladang ibadah dan pemicu semangat bagi desa-desa lain di Pekalongan untuk mengoptimalkan lahan produktif.
"Semoga apa yang kita kerjakan hari ini menjadi ladang ibadah bagi kita sekalian sampai di Yaumul Qiyamah nanti, Aamiin," pungkasnya.
(Riki)























