-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Aksi Kolaboratif KKN Kemanusiaan UNSAM–UNY Hadirkan Harapan Baru di Aceh Tamiang

    Saturday, February 7, 2026, 20:31 WIB Last Updated 2026-02-07T13:31:20Z


    ACEH TAMIANG— Universitas Samudra (UNSAM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaboratif di sejumlah Desa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kolaboratif KKN UNSAM dan UNY di laksanakan mulai tanggal 10 Januari- 9 Pebruari 2026

    ‎Sebanyak 356 mahasiswa diterjunkan dalam program ini, terdiri dari 239 mahasiswa UNSAM dan 117 mahasiswa UNY yang tergabung dalam 24 kelompok KKN, masing-masing beranggotakan sekitar 14 orang. 

    ‎Salah satu lokasi kegiatan berada di Kampung Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Iwan Saputra, S.P., M.P.

    ‎Program kemanusiaan ini difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni pembersihan fasilitas umum pascabanjir, pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak, serta pelaksanaan pembelajaran darurat bagi siswa terdampak.

    ‎Pada pekan awal, mahasiswa bersama warga bergotong royong membersihkan berbagai fasilitas publik yang tertutup lumpur, termasuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang sempat terhenti operasionalnya akibat banjir.

    ‎“Ketika kami tiba, kondisi beberapa fasilitas masih belum bisa digunakan. Kami bersama warga membersihkan lumpur agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” ujar Rizky, Ketua Pelaksana KKN.

    ‎Berkat kerja kolektif tersebut, aktivitas TPA kembali berjalan secara bertahap seiring membaiknya kondisi lingkungan.

    ‎Memasuki pekan berikutnya, mahasiswa melaksanakan program trauma healing di SD Negeri Sungai Iyu serta kegiatan bermain edukatif di lapangan desa. 

    ‎Berbagai permainan dilakukan untuk mengembalikan keceriaan anak-anak pascabanjir.

    ‎“Aku senang bisa main sama kakak-kakak KKN. Sedih banget karena sudah mau selesai,” ujar Syifa, salah satu siswi SD Negeri Sungai Iyu.

    ‎Selain itu, mahasiswa juga membuka bimbingan belajar rutin di posko KKN, membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolah sekaligus memperkuat materi Matematika, IPAS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

    ‎Salah satu peserta bimbingan belajar, Yazil, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut, khususnya saat belajar Bahasa Inggris.

    ‎Program kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari pemerintah kampung setempat.

    ‎Syaiful Syahputra, Datok Penghulu Kampung Mesjid Sungai Iyu sekaligus Ketua Forum Datok Kecamatan Bendahara, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN yang membantu pemulihan pascabanjir di desanya.

    ‎Ia menilai kegiatan pembersihan lingkungan, pendampingan anak-anak, serta dukungan pendidikan darurat sangat membantu masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.

    ‎Salah satu mahasiswa KKN, Muhammad Rizkyansyah, menyampaikan bahwa antusiasme anak-anak menjadi motivasi terbesar selama menjalankan kegiatan.

    ‎“Melihat mereka kembali ceria adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Ini mengajarkan kami arti empati dan pengabdian yang sesungguhnya,” katanya.

    ‎Program KKN Kemanusiaan Kolaboratif ini sejalan dengan komitmen pimpinan kedua universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    ‎Di Universitas Samudra, kegiatan ini didukung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., bersama Ketua LPPM Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., serta Ketua Penjamin Mutu Dr. Muhammad Rizal, S.E., M.M.

    ‎Sementara dari Universitas Negeri Yogyakarta, kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari Rektor Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, bersama Ketua LPPM Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO.

    ‎Melalui program ini, UNSAM dan UNY berharap kehadiran ratusan mahasiswa dapat mempercepat pemulihan pascabanjir, menghidupkan kembali aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat, serta memperkuat semangat kebersamaan di Aceh Tamiang.

    ‎(Adam)

    Komentar

    Tampilkan