Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, serta dampak dari dinamika situasi nasional yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat utama (PJU), perwira, serta personel yang tergabung dalam kompi Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, hingga Peleton Raimas.
Dalam amanatnya, AKBP Rachmad menekankan pentingnya kewaspadaan personel menyusul adanya aksi penolakan di beberapa wilayah Indonesia terhadap tindakan eksesif oknum aparat. Ia mengingatkan bahwa situasi di wilayah lain, seperti aksi pengrusakan di Mapolda DIY, harus menjadi cermin bagi seluruh anggota untuk selalu siap siaga.
"Bapak Kapolda memberikan arahan kepada kita untuk melaksanakan assessment perlengkapan dan perlindungan mako. Tindakan kita sekecil apa pun akan berdampak pada institusi. Saya minta para perwira awasi anggota, jangan ada yang melakukan tindakan yang dapat menurunkan citra Polri," tegas AKBP Rachmad di hadapan ratusan personel.
Kapolres menjelaskan bahwa assessment ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana prasarana, mulai dari tameng, rompi, hingga kendaraan taktis (rantis), dalam kondisi siap pakai. Ia juga memerintahkan fungsi intelijen untuk memperkuat deteksi dini guna mencari informasi sekecil apa pun di wilayah Kabupaten Pekalongan.
"Kita jangan sampai kecolongan. Kasat Samapta saya minta latihkan kembali anggota secara teori maupun praktik. Tim-tim yang sudah dibagi, seperti negosiator, dalmas, hingga raimas, harus paham betul tugas masing-masing," tambahnya.
Terkait prosedur pengamanan, AKBP Rachmad memberikan instruksi keras agar personel tetap mengedepankan sisi humanis. Ia melarang keras adanya tindakan kekerasan atau pemukulan yang dapat merugikan masyarakat saat memberikan imbauan maupun melakukan pengamanan aksi massa.
"Berikan imbauan secara humanis dan jangan eksesif. Tidak ada anggota yang melakukan pemukulan. Kita akan mengulang kembali simulasi perlindungan mako dan mengecek titik-titik rawan yang harus kita siapkan," jelasnya.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan fisik peralatan serta simulasi Sispam Mako. Dalam simulasi tersebut, piket siaga diwajibkan memantau situasi sekitar mako secara intensif untuk memastikan markas kepolisian tetap aman dari potensi gangguan luar.
Dengan kesiapan personel yang mencapai ratusan orang dari berbagai fungsi, Polres Pekalongan berkomitmen menjaga kondusifitas wilayah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
(Riki)





