-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Banyuasin

    Sports

    Berbagi Daging, Menanam Pohon: Meugang Mahasiswa STIK Polri di Aceh Timur

    Tuesday, February 17, 2026, 22:31 WIB Last Updated 2026-02-17T15:31:42Z

    ACEH TIMUR — Aroma kuah beulangong mengepul dari halaman hunian sementara (huntara) di Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, dan Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Selasa, 17 Februari 2026. 


    Di tengah deretan bangunan darurat itu, 21 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II menyembelih satu ekor lembu meugang dan membagikannya kepada warga terdampak bencana.


    Di Idi Rayeuk, daging lembu dipotong dan dibagikan kepada penghuni huntara. Sementara di Simpang Ulim, lembu dimasak bersama warga menjadi kuah beulangong menu khas Aceh yang lazim hadir menjelang Ramadan. Makan bersama berlangsung sederhana, tanpa panggung dan seremoni panjang.


    Kegiatan itu menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa yang tengah berada di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Tradisi meugang, yang mengakar kuat di Aceh, mereka pilih sebagai pintu masuk. 


    Di daerah ini, meugang bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan penanda solidaritas sosial menjelang bulan puasa.

    Perwira pendamping, Kombes Pol Firdaus Wulanto, hadir bersama jajaran kepolisian dan unsur muspika. 


    Tampak pula Kasat Intelkam Polres Aceh Timur Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, Kapolsek Simpang Ulim AKP Yose Rizal, Danramil 08/SPU Kapten Inf Syahrial, serta Geuchik Gampong Blang Nie, Yasir Haz. 


    Penyerahan lembu dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga melalui geuchik setempat.


    “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berbagi dan merasakan kebersamaan,” kata Iptu Dwi Kurnia, perwakilan mahasiswa.


    Selain pembagian daging, mahasiswa menggelar trauma healing bagi anak-anak penghuni huntara. Permainan dan sesi interaktif digelar untuk membantu memulihkan kondisi psikologis pascabencana. 


    Kegiatan ditutup dengan makan bersama—mahasiswa, aparat, dan warga duduk setikar tanpa sekat. Di lokasi berbeda, masih di Gampong Blang Nie, mahasiswa bersama unsur TNI-Polri, masyarakat, dan mahasiswa AKUBANK Peureulak menanam 60 pohon di bantaran Sungai Arakundo. 


    Penanaman itu, kata Iptu Dyanita Safira, dimaksudkan sebagai ikhtiar menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.


    Rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan tersebut menjadi cara mahasiswa STIK Lemdiklat Polri merawat kedekatan dengan warga. Di tengah keterbatasan huntara, meugang tahun ini tak hanya soal daging yang terbagi, tetapi juga tentang pesan: negara hadir lewat tangan-tangan muda calon perwira.



    (Farhan)

    Komentar

    Tampilkan