Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat, boru Purba, anggota DPRD Tapanuli Utara Dapil III Raguel Simanjuntak, Swanto Hutasoit, Parsaoran Siahaan, Jhon Davit Silalahi, Tohonan Lumbantoruan dan unsur Forkopimcam, para kepala desa, kepala sekolah, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara harus dilaksanakan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan dengan berlandaskan regulasi yang jelas dan terukur. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program agar setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tidak ada pembangunan yang instan. Semua harus melalui perencanaan yang matang, selaras antara ide, regulasi, dan dukungan anggaran. Kita harus berpikir lima hingga dua puluh lima tahun ke depan, bukan hanya satu tahun,” tegas Bupati di hadapan peserta Musrenbang.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengubah pola pikir dari budaya menunggu menjadi budaya inovatif, kreatif, dan proaktif. Menurutnya, tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran daerah saat ini menuntut setiap perangkat daerah untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah menyusun Rencana Induk Pembangunan 25 Tahun sebagai arah kebijakan jangka panjang daerah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman berkesinambungan lintas kepemimpinan, sehingga pembangunan tetap berjalan sesuai visi besar dan kebutuhan masyarakat Tapanuli Utara.
Dalam pemaparannya, Bupati menekankan tiga fokus utama pembangunan daerah, yakni penguatan sentra pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan sektor pariwisata. Ketiga sektor tersebut, katanya, tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus terintegrasi melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Ujarnya.
Mengenai keterbatasan anggaran APBD Tapanuli Utara saat ini, Bupati menyinggung pengembangan Salib Kasih yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai dinas, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, penguatan UMKM, hilirisasi produk pertanian, hingga pelestarian nilai budaya dan penguatan sektor pendidikan. Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya efisiensi dan perampingan organisasi perangkat daerah guna mengoptimalkan pemanfaatan anggaran. Dengan kondisi fiskal yang terbatas, diperlukan langkah-langkah strategis agar alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat.
(Edys Lumbantoruan)






