Kegiatan tersebut didampingi oleh Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H., serta diikuti oleh Kasat Reskrim Polres Ketapang beserta para Kanit, Kasat Narkoba beserta para Kanit, Kasat Polairud beserta Kanit, Kasat Tahti beserta Urmin, serta para Kapolsek jajaran Polres Ketapang bersama Kanit Reskrim.
Dalam arahannya, Dir Tahti Polda Kalbar AKBP Muhammad Syafi’i menekankan pentingnya pemahaman dan pelaksanaan Peraturan Kapolda Kalbar Nomor 2 Tahun 2025 sebagai pedoman dan acuan bagi seluruh jajaran, khususnya fungsi Tahti dan para penyidik. Ia menegaskan agar SOP perawatan tahanan, pengelolaan barang bukti, penjagaan tahanan, serta administrasi penitipan tahanan dapat dipahami dan dilaksanakan secara benar, konsisten, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kepada seluruh jajaran agar peraturan ini disampaikan dan dipedomani, sehingga pelaksanaan tugas perawatan tahanan dan pengelolaan barang bukti dapat berjalan profesional, akuntabel, serta sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” tegas AKBP Muhammad Syafi’i.
Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan Binteknis Fungsi Tahti dan sosialisasi Peraturan Kapolda Kalbar Nomor 2 Tahun 2025 ini sangat penting untuk dipahami oleh Kasat Tahti maupun para penyidik, agar seluruh proses penanganan tahanan dan barang bukti dapat berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku.
Wakapolres juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dir Tahti Polda Kalbar beserta Tim atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas pencerahan dan arahan yang diberikan kepada personel Polres Ketapang, khususnya fungsi Tahti dan para penyidik, sehingga diharapkan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan penanganan tahanan serta pengelolaan barang bukti dapat dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan di lingkungan Polri, khususnya Polda Kalbar,” tutupnya.
(Jailani)





