Hal ini menyusul adanya proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner.
Kepala Disperindag Musi Rawas, Drs. H. Warindi, MM, melalui Kabid Perdagangan Fatimah, S.Sos, dalam menyampaikan kepada awak media, bahwa setiap memasuki bulan Ramadan dan hari besar keagamaan nasional, konsumsi LPG 3 kg cenderung meningkat signifikan karena aktivitas memasak masyarakat bertambah.
“Terjadi peningkatan aktivitas memasak, baik oleh ibu rumah tangga maupun UMKM kuliner yang ramai berjualan saat Ramadan. Karena itu, kebutuhan LPG 3 kg diproyeksikan naik cukup signifikan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait penambahan kuota fakultatif.
Penambahan pasokan ini merupakan agenda rutin tahunan dari Pertamina saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Biasanya ada penambahan kuota dari Pertamina pusat, tidak sama seperti bulan biasa. Akan ada tambahan pasokan beberapa ton untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran,” jelasnya.
Disperindag juga memperketat pengawasan distribusi, mulai dari distributor hingga pangkalan. Pemantauan lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Pengawasan difokuskan agar LPG subsidi hanya dijual kepada masyarakat yang berhak, yakni rumah tangga kurang mampu dan UMKM. Pangkalan juga diimbau menerapkan pembelian menggunakan KTP serta memprioritaskan warga sekitar.
“Kami tegaskan kepada pangkalan agar tidak menjual ke pengecer karena penjualan eceran berpotensi merusak Harga Eceran Tertinggi (HET).
Penyaluran harus tepat sasaran dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di Musi Rawas sendiri, jumlah distributor (agen) LPG tercatat hanya empat, sementara di tingkat desa merupakan pangkalan.
Karena keterbatasan personel pengawasan, Disperindag juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif melaporkan jika ditemukan penyimpangan distribusi, disertai bukti yang jelas.
Selain pengawasan distribusi, Disperindag Musi Rawas juga menyiapkan operasi pasar selama Ramadan. Kegiatan ini mencakup operasi pasar sembako dan LPG, bekerja sama dengan Bulog serta distributor.
Jadwal operasi pasar direncanakan sebagai berikut:
26 Februari: Operasi pasar awal Ramadan
Mulai 5 Maret: Operasi pasar sembako
Khusus operasi pasar LPG: 11, 12, dan 16 Maret
Operasi pasar LPG akan digelar di tiga titik, yakni:
11 Maret: Megang Sakti
12 Maret: Selangit
16 Maret: Tugumulyo
Setiap titik operasi pasar LPG menyalurkan sekitar satu truk berisi kurang lebih 560 tabung.
Secara total, operasi pasar selama Ramadan direncanakan berlangsung lima kali, dengan tiga kali kegiatan khusus penyaluran gas LPG.
“Langkah antisipasi kami meliputi operasi pasar, usulan penambahan kuota, serta pengawasan distribusi agar LPG subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Untuk penentuan titik tambahan pasokan, tetap menjadi kewenangan Pertamina, dengan usulan dari daerah,” pungkasnya.
( Guntur )





