LANGKAT-Mimbar Jumat Masjid Ubudiyah Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat mengambil tema Ramadan dan setan berleluasa , di sampaikan Khatib Jumat Ustad Abdul Rahim Lubis,SPdI,Jumat(27/2)26)
Dalam Khutbahnya Ustad Abdul Rahim Lubis , membahas keistimewaan bulan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka, serta menjelaskan makna di balik belenggunya setan selama Ramadan, menekankan pentingnya mengendalikan hawa nafsu sebagai musuh terbesar manusia untuk mencapai takwa.
Lebih jauh Ustad Abdul Rahim memaparkan keistimewaan bulan Ramadan sebagai berikut, pertama Keistimewaan Bulan Ramadan
Pujian dan Syukur
Khotib mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang tak terhingga, terutama di bulan Ramadan 1477H.
Bersyukur atas nikmat Allah akan menambah nikmat, sedangkan kufur nikmat akan mendatangkan azab yang pedih.
Selawat dan salam disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dan ikutan bagi umatnya.
Ramadan adalah bulan istimewa yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka, dengan suasana ketaatan yang sangat terasa.
Hati menjadi lebih lembut, masjid lebih ramai, Al-Qur'an lebih sering dibaca, dan sedekah lebih mudah dilakukan.
Kedua Makna Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan
Penjelasan Hadiis.
Hadis Rasulullah SAW menyatakan bahwa di bulan Ramadan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Muncul pertanyaan mengapa kemaksiatan masih terjadi jika setan dibelenggu.
Ulama besar Al-Qurthubi menjelaskan beberapa kemungkinan makna dari dibelenggunya setan.
Tiga Kemungkinan Makna:
Pertama, kemampuan setan untuk menggoda orang yang benar-benar berpuasa menjadi berkurang, terutama bagi mereka yang menjaga syarat dan adab puasa.
Kedua, hanya sebagian setan yang sangat membangkang yang dibelenggu, sehingga masih ada pengaruh hawa nafsu dan kebiasaan buruk manusia.
Ketiga, yang dimaksud setan dibelenggu adalah berkurangnya keburukan secara umum di bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Meskipun setan dibelenggu, hawa nafsu tetap bisa menyeret kepada dosa jika hati tidak dilatih dan jiwa tidak dididik.
Ramadan adalah kesempatan untuk melatih kesabaran, penjagaan diri, dan keikhlasan.
Tujuan Puasa adalah Takwa , ayat Al-Qur'an Surah Al-Baqarah 183 menjelaskan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi bertakwa.
Jadikan Ramadan sebagai ajang perbaikan diri, tidak hanya menjaga puasa tetapi juga hati dan perilaku.
Kurangi dosa, perbanyak istighfar, kurangi maksiat, perbanyak taubat, kurangi kelalaian, dan perbanyak zikir kepada Allah SWT.
Untuk merasakan makna setan dibelenggu, manusia juga harus membelenggu hawa nafsu, amarah, lisan dari dusta, dan pandangan dari hal yang haram.
Musuh terbesar bukan hanya setan di luar, tetapi juga nafsu di dalam diri.
Semoga Ramadan 1447 H mengubah, menguatkan iman, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(Adam)





