Kabupaten Nias – Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Samson P. Zai, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Data “Kabupaten Nias Dalam Angka 2026”, Sosialisasi Standar Pelayanan Statistik, serta Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula Gido Lantai III Kantor Bupati Nias, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas data statistik sektoral sekaligus meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa publikasi “Kabupaten Nias Dalam Angka” merupakan dokumen strategis yang menyajikan gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta capaian pembangunan daerah. Dokumen tersebut menjadi referensi utama dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, hingga evaluasi kinerja pemerintah daerah.
“Data bukan sekadar angka, melainkan fondasi dalam menentukan arah kebijakan. Karena itu, data yang disajikan harus akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh perangkat daerah diharapkan lebih proaktif dan responsif dalam menyampaikan data sektoralnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nias, Puguh Setiandono, menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan data yang telah dihimpun, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan statistik guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat pengguna data.
“Melalui standar pelayanan yang jelas dan terukur, BPS berkomitmen memberikan layanan statistik yang profesional, transparan, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, turut disosialisasikan pelaksanaan Badan Pusat Statistik terkait Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Sensus ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan karakteristik kegiatan ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Nias.
Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah, strategi pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing daerah. Karena itu, dukungan dan kolaborasi antara BPS, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan demi menyukseskan pelaksanaan sensus tersebut.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Nias dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Nias, pimpinan instansi vertikal, serta Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nias.
(Niaskab.go.id/Pidar)







