Detik-Detik Perjuangan Terakhir Tepat pukul 09.30 WIB, ketenangan desa pecah saat gumpalan asap hitam pekat membumbung tinggi dari kediaman pasutri lansia tersebut. Di dalam rumah yang mulai dilahap api, Arifin Siregar tidak memilih menyelamatkan diri sendirian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat api mulai menjalar hebat, Arifin dengan sisa kekuatannya berupaya masuk ke dalam kamar untuk menyelamatkan belahan jiwanya, Rohani Lubis, yang sedang terbaring sakit.
Namun, takdir berkata lain. Kobaran api yang begitu cepat merambat membuat upaya penyelamatan itu menjadi perpisahan yang abadi. Keduanya ditemukan meninggal dunia berpelukan setelah tak mampu menembus dinding api yang mengepung rumah mereka.
"Kesetiaan itu nyata. Ia tidak meninggalkan istrinya yang sakit meski maut sudah di depan mata. Mereka pergi bersama, sebagaimana mereka menjalani hidup bersama selama puluhan tahun."ujar warga dilokasi.
Dari pantauan dilokasi, Dua unit mobil Pemadam Kebakaran dari Pos Lubuk Pakam tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman secara intensif.
Sekitar pukul 10.30 WIB Api berhasil dijinakkan, namun rumah tersebut sudah rata dengan tanah, menyisakan duka yang mendalam dan puing-puing kenangan.
Hingga saat ini, sumber api yang menghanguskan rumah tersebut masih menjadi misteri. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
(HTN PJBP)






