Ia berharap kepengurusan baru dapat memberikan manfaat bagi para anggota sekaligus turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan. Semoga organisasi ini semakin memberikan manfaat bagi para pelaut migran serta berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Pemalang,” hal tersebut dinyatakan Aris Ismail saat acara pengukuhan Pengurus Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) di Balai Rakyat Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Sabtu (7/3/2026).
Sementara itu, Ketua Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang Ronggo Warsito mengatakan bahwa LPS merupakan serikat pelaut yang lahir dari semangat perjuangan para pelaut migran asli Kabupaten Pemalang.
Menurutnya, organisasi tersebut hadir sebagai wadah bagi para pelaut migran untuk saling menguatkan, saling membantu serta memperjuangkan hak-hak pekerja laut agar lebih bermartabat.
“LPS lahir dari pengalaman hidup para pelaut migran sendiri dan selama kurang lebih 27 tahun telah tumbuh bersama para pelaut asal Pemalang,” ungkapnya.
Pengukuhan 30 pengurus LPS dilakukan oleh Bupati Pemalang yang diwakili Asisten Administrasi Umum Bagus Sutopo. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan donasi sebesar Rp10 juta dari Lazismu untuk korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera Barat yang diterima oleh Bajuri.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik bertema Solidaritas Pelaut Migran Pemalang, Perlindungan Pelaut Migran dan Urgensi Penegakan Hukum Internasional.
Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pemalang terus memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pekerja migran, khususnya pelaut yang bekerja di luar negeri. Hal itu disampaikan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam sambutannya.
Dikatakannya, melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Transmigrasi (Disnakerpertrans), pemerintah daerah berupaya memberikan pendampingan serta perlindungan bagi para pekerja migran asal Pemalang.
Menurut Bupati, berbagai persoalan kerap dihadapi pekerja migran, mulai dari persoalan hukum internasional hingga kondisi darurat seperti sakit, bahkan meninggal dunia di luar negeri, yang memerlukan penanganan dari pemerintah daerah.
“Kita akan terus mengawal secara regulasi agar dapat memberikan perlindungan, keamanan, dan manfaat bagi para pekerja migran asal Kabupaten Pemalang,” kata Anom.
Kabupaten Pemalang, lanjut Bupati, memiliki kontribusi besar dalam penyediaan tenaga kerja migran di sektor kelautan. Kemampuan dan kompetensi para pelaut asal Pemalang bahkan telah diakui di tingkat internasional.
Bupati mengungkapkan, beberapa negara seperti Korea, Taiwan hingga sejumlah negara di Eropa telah memanfaatkan tenaga pelaut asal Pemalang. Bahkan saat ini pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan salah satu negara di Eropa untuk meningkatkan peluang kerja bagi Anak Buah Kapal (ABK) asal Pemalang.
“Ini menunjukkan bahwa pelaut-pelaut Pemalang memiliki kemampuan dan kompetensi yang diakui secara internasional. Hal ini menjadi modal penting bagi kita untuk terus meningkatkan perlindungan bagi mereka,” pungkasnya.
(Eko B Art).




