Kehadiran unsur Forkopimda ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa di Kabupaten Ketapang, sekaligus memastikan rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR bersama unsur pimpinan daerah secara simbolis melepas pawai naga yang menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Cap Go Meh. Pelepasan pawai ditandai dengan pengibaran bendera start dan doa bersama, yang disambut antusias oleh masyarakat yang telah memadati kawasan klenteng sejak sore hari.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyampaikan bahwa Polres Ketapang telah menurunkan personel pengamanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai.
“Pengamanan ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga seluruh rangkaian perayaan Cap Go Meh 2577 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Ketapang Bapak Alexander Wilyo juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik panitia, aparat keamanan, maupun masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Puncak perayaan Cap Go Meh 2577 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang tahun ini berlangsung semarak dengan penampilan atraksi naga dan barongsai, yang menjadi daya tarik utama serta simbol keberkahan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Dengan sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, perayaan malam Cap Go Meh di Kabupaten Ketapang dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.
(Jailani)





