Kegiatan dimulai dengan meninjau sejumlah titik kerusakan akibat bencana angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (04/03/2026) sore. Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat beberapa bangunan fasilitas umum, tempat usaha, serta rumah warga di lima desa yang mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Di Desa Jetak Lengkong tercatat lima lokasi terdampak. Kerusakan paling parah terjadi pada Gedung Serba Guna Desa Jetak Lengkong yang dibangun pada tahun 2018 dan mengalami rusak berat pada bagian atap. Selain itu, sembilan ruko di kawasan tersebut mengalami kerusakan ringan pada bagian atap yang terbawa angin. Kerusakan ringan juga terjadi pada rumah milik Hajar dan Erna di RT. 001/001 serta atap Masjid Samioen.
Sementara itu di Desa Wonorejo, terdapat lima rumah warga yang mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, masing-masing milik Furqon (RT 007/003), Nurul Wakhidatun (RT 002/003), Amat (RT 002/001), Karnoto (RT 002/001), dan Umi Maesaroh (RT 002/001).
Di Desa Sampih, dua rumah warga mengalami kerusakan berat pada bagian atap, yakni rumah milik Irawati di RT 003/001 dan rumah milik Nadiroh di RT 002/001.
Kerusakan berat juga terjadi di Desa Sastrodirjan, tepatnya di Dukuh Wonolobo. Rumah milik Rumali mengalami kerusakan berat pada atap serta robohnya tembok bagian depan rumah, sedangkan rumah milik Nurani juga mengalami kerusakan berat pada bagian atap.
Sedangkan di Desa Pegaden Tengah, satu rumah milik Muhammad Yakub di RT 001/001 mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
Kapolsek Wonopringgo AKP Adhi Agung mengatakan, pihaknya bersama TNI dan masyarakat langsung bergerak melakukan pengecekan serta membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang terdampak.
“Sejak pagi kami bersama anggota Polsek dan Koramil melaksanakan pengecekan sekaligus kerja bakti di beberapa lokasi yang terdampak puting beliung. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Iptu Adhi Agung.
Ia menambahkan bahwa kerja bakti difokuskan di Desa Jetak Lengkong dan Desa Sampih yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Selain itu, sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan telah melakukan perbaikan secara mandiri dengan bantuan warga sekitar.
Hingga saat ini aparat bersama pemerintah desa terus melakukan pendataan serta membantu proses pembersihan dan perbaikan di lokasi terdampak.
(Riki)






