-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Banyuasin

    Sports

    Pelangi di Mars”, Tontonan Keluarga Sarat Imajinasi yang Tunjukkan Lompatan CGI Indonesia

    Thursday, March 19, 2026, 11:08 WIB Last Updated 2026-03-19T04:08:20Z

     

    PEKALONGAN - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang patut diperhitungkan lewat film Pelangi di Mars, yang mulai tayang serentak di bioskop pada 18 Maret 2026. Tidak hanya menjadi hiburan spesial Lebaran, film ini juga tampil sebagai tontonan ramah anak dan keluarga yang sarat nilai imajinasi, petualangan, serta pesan kebersamaan.


    Diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, film bergenre sci-fi keluarga ini digarap selama lebih dari lima tahun. Proses panjang tersebut melibatkan ratusan kreator lokal—mulai dari editor, animator, hingga seniman efek visual—yang bekerja bersama untuk menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berkualitas tinggi dan layak dinikmati semua usia.


    Keunggulan utama film ini terletak pada visualnya yang memukau. Dengan pemanfaatan CGI, VFX, serta teknologi Extended Reality (XR) dalam skala besar, Pelangi di Mars berhasil menciptakan dunia futuristik yang terasa hidup dan imersif. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa film Indonesia kini mampu menghadirkan kualitas visual yang semakin mendekati standar global—sebuah nilai tambah penting untuk tontonan keluarga modern.


    Namun, kekuatan film ini tidak hanya pada aspek teknis. Di balik layar, tersimpan kisah kolaborasi yang penuh makna. Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa film ini adalah hasil kerja bersama yang melibatkan hati dan dedikasi banyak orang. Ia bahkan terharu saat bertemu seorang animator yang merasa bangga karena karyanya menjadi bagian dari film ini—menunjukkan bahwa Pelangi di Mars memiliki nilai emosional yang kuat bagi para pembuatnya.


    Sutradara Upie Guava pun menegaskan bahwa film ini merupakan representasi semangat kolektif para kreator Indonesia. Baginya, proyek ini bukan sekadar produksi film, melainkan sebuah gerakan kreatif yang ditujukan untuk anak-anak Indonesia serta siapa pun yang masih percaya pada kekuatan mimpi.


    Dari sisi cerita, film ini sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga. Berlatar masa depan di tahun 2100-an, ketika Bumi mengalami krisis air, kisah berfokus pada Pelangi—anak pertama yang lahir di Mars. Bersama robot-robot sahabatnya, ia menjalani petualangan seru untuk mencari Zeolit Omega, mineral langka yang diyakini mampu menyelamatkan kehidupan di Bumi.


    Petualangan tersebut dipenuhi tantangan, termasuk ancaman dari korporasi besar bernama Nerotek yang ingin menguasai sumber daya tersebut demi kepentingannya sendiri. Konflik ini dikemas dengan cara yang tetap ringan dan mudah dipahami, sehingga aman dan menarik untuk anak-anak, sekaligus tetap seru bagi penonton dewasa.


    Film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain dan pengisi suara ternama seperti Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, Livy Renata, serta Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya.


    Secara keseluruhan, Pelangi di Mars hadir sebagai pilihan tontonan keluarga yang lengkap: menyajikan petualangan seru, humor ringan, visual memanjakan mata, serta nilai persahabatan dan harapan. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang imajinasi baru bagi anak-anak, sekaligus menjadi bukti bahwa industri film Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih maju.


    (Riki)

    Komentar

    Tampilkan