CILEGON - Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi selama Bulan Suci Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, Pemerintah Kota Cilegon menggelar Bazar Ramadan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Grogol, pada Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Robinsar, jajaran perangkat daerah, serta didukung oleh berbagai pemangku kepentingan. Bazar Ramadan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kota Cilegon dalam mengintervensi harga bahan pokok yang mengalami kenaikan di pasaran.
Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk keterlibatan Bank Indonesia yang menghadirkan skema bantuan sembako berbasis transaksi digital menggunakan QRIS.
“Alhamdulillah, teman-teman yang mensupport juga menambah semangat. Ada juga dari BI yang menghadirkan bantuan sembako dengan mekanisme yang cukup unik, yakni menggunakan QRIS dengan nilai Rp1 sebagai syarat transaksi. Ini memang baru ada di dua titik, yaitu Merak dan Grogol, namun ke depan insyaallah akan kita perluas agar menjangkau lebih banyak wilayah,” ujar Robinsar.
Lebih lanjut, Robinsar menjelaskan bahwa secara umum stok pangan di Kota Cilegon selama bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri masih dalam kondisi aman. Meski terdapat kenaikan inflasi, namun jika dibandingkan dengan daerah lain, tingkatnya masih relatif lebih rendah.
"Untuk stok pangan, alhamdulillah aman. Memang ada kenaikan inflasi, tetapi masih cukup terkendali dibandingkan daerah lain. Disperindag bersama seluruh stakeholder akan terus memantau ketersediaan stok dan pergerakan harga, terutama yang berpotensi naik tinggi karena faktor inflasi,” jelasnya.
Robinsar menambahkan, Bazar Ramadan ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui roadshow ke seluruh kecamatan di Kota Cilegon.
“Hari ini di Grogol, besok di Merak, dan selanjutnya akan kita lanjutkan ke delapan kecamatan. Keterlibatan berbagai pihak yang belum optimal akan segera kita tingkatkan agar program ini berjalan maksimal,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon, Didin S. Maulana, menyampaikan bahwa pelaksanaan Bazar Ramadan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai perusahaan dan pelaku usaha yang ada di Kota Cilegon.
“Bazar Ramadan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan partisipasi sejumlah perusahaan serta pelaku usaha yang turut berkontribusi dalam penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kota Cilegon,” ujarnya.
Lebih lanjut, Didin mengatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan warga terhadap kegiatan Bazar Ramadan di tengah kenaikan harga bahan pokok.
“Antusiasme masyarakat yang hadir pada kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Bazar Ramadan. Karena memang saat ini harga-harga bahan pokok sedang mengalami kenaikan, sehingga masyarakat sangat antusias untuk datang dan memanfaatkan kegiatan ini,” terangnya.
Didin menambahkan, pelaksanaan Bazar Ramadan tahun 2026 ini juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya dilaksanakan di satu titik, maka tahun ini direncanakan menjangkau seluruh wilayah kecamatan di Kota Cilegon.
"Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya satu titik, untuk Bazar Ramadan tahun ini kami rencanakan dilaksanakan di delapan kecamatan yang ada di Kota Cilegon. Ini sebagai bentuk pemerataan dan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cilegon berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.





