Langkah ini merupakan komitmen nyata Polri dalam mengawal arus mudik dan balik, serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.
Apel besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran didampingi oleh Kapolres dan Dandim. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI ini mempertegas dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang telah disusun oleh Polres Pangandaran.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menekankan bahwa Operasi Ketupat Lodaya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Fokus utama operasi tahun ini meliputi:
Kelancaran Arus Lalu Lintas: Mengantisipasi titik-titik kemacetan di jalur wisata dan jalur utama.
Keselamatan Pengendara: Menekan angka kecelakaan melalui pengawasan ketat.
Keamanan Wilayah: Mencegah tindak kriminalitas di pemukiman warga yang ditinggal mudik.
Usai pelaksanaan apel, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh kendaraan dinas milik Polres Pangandaran, mulai dari kendaraan patroli roda dua hingga roda empat.
Pengecekan ini dipimpin langsung oleh jajaran PJU Polres Pangandaran bersama Forkopimda untuk memastikan performa mesin, peralatan pendukung, hingga kelayakan operasional dalam menghadapi medan tugas selama operasi berlangsung.
"Kesiapan personel harus didukung oleh kesiapan unit kerja. Polri memastikan seluruh sarana prasarana dalam kondisi tempur (ready to use) demi memberikan respon cepat terhadap segala dinamika di lapangan," ujar salah satu pejabat utama Polres di sela pemeriksaan.
Sebagai leading sector dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Pangandaran telah memetakan sejumlah titik krusial, terutama di kawasan objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Dengan dukungan penuh dari personil gabungan, Polri optimis perayaan lebaran tahun ini di Pangandaran akan berjalan kondusif, aman, dan lancar.
( M. Nurul )

.jpg)



