Dipusatkan di kawasan Bundaran Marlin, depan Masjid Agung Pangandaran, Jumat (20/3/2026) malam, kegiatan ini sukses mengubah wajah takbiran yang identik dengan pawai kendaraan menjadi pertunjukan seni tradisional yang lebih tertib, aman, dan penuh makna.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat dalam menyambut hari kemenangan dengan cara yang positif dan berbudaya.
Sebanyak 13 kelompok dari perwakilan DKM di 10 kecamatan tampil dengan penuh kreativitas. Mereka tidak hanya menabuh bedug, tetapi juga menghadirkan karya visual yang unik dan sarat filosofi, mulai dari miniatur perahu nelayan yang menggambarkan identitas pesisir Pangandaran, hingga replika kubah masjid dan ornamen ketupat raksasa sebagai simbol kemenangan Idulfitri.
Tabuhan dulag yang ritmis berpadu dengan lantunan takbir menggema di sepanjang kawasan acara, menciptakan atmosfer religius yang menyentuh sekaligus menghibur. Setiap penampilan menjadi representasi kekayaan budaya lokal yang dikemas dalam nuansa islami.
Kehadiran ribuan warga dan wisatawan semakin menambah semarak suasana. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya area kegiatan serta tingginya partisipasi dalam menyaksikan setiap penampilan peserta.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga memiliki dampak positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan mengalihkan euforia takbiran ke kegiatan yang terpusat dan terorganisir, potensi gangguan seperti konvoi kendaraan dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.
Melalui pendekatan humanis dan kultural, Polres Pangandaran menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat silaturahmi masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi di Kabupaten Pangandaran.
( M. Nurul )




.jpg)



