Saat awak media melakukan konfirmasi pada hari rabu pukul 16.05.wib tanggal 25/03/2026 kepada pejabat Korong dan Nagari yang terkait melalui telepon seluler WhatsApp. awak media tidak mendapatkan jawaban. terkait dengan berita yang di upload oleh warganya.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, anak dari pemilik rumah yang enggan untuk disebutkan identitasnya menunjukkan kondisi bangunan yang rusak berat, yang diakuinya telah terjadi sejak pasca-gempa besar pada tahun 2009. Selama 16 tahun ini "Karmaini" pemilik rumah tetap bertahan di bawah atap yang rapuh tanpa ada kejelasan bantuan dari pemerintah setempat.
*Surat Terbuka untuk Bupati dan Gubernur*
Sambil menahan haru, dalam video tersebut Karmaini menyampaikan permohonan bantuan secara langsung kepada pemimpin daerah. Beliau berharap suara dari pelosok Nagari Sikucua Tangah ini sampai ke telinga Bupati Padang Pariaman dan Gubernur Sumatera Barat.
"Kami meminta bantuan kepada Bapak Bupati Jhon Kenedy Aziz, Bapak Gubernur, dan Bapak Wakil Gubernur, juga wakil rakyat Dapil II Sumbar dari Fraksi Partai PAN yaitu H,Arisal Aziz yang juga owner logistik Indah Cargo yang kerap disapa "Ajo Sal" lihatlah kondisi rumah kami di sini," ungkapnya dalam rekaman yang kini tengah viral dibagikan di akun Facebook Info Padang Pariaman.
*Miris, Tak Ada Laporan dari Tingkat Korong dan Nagari*
Hal yang paling mengejutkan adalah fakta bahwa hingga saat ini, diduga kuat tidak ada laporan resmi yang masuk ke instansi terkait, baik dari pihak Korong maupun pihak Nagari.
Terputusnya rantai informasi ini menyebabkan kondisi rumah Karmaini tidak terdata dalam program bedah rumah atau bantuan sosial lainnya sejak tahun 2010-an. Sangat miris, mengingat Kabupaten Padang Pariaman terus menggalakkan program pengentasan kemiskinan, namun kenyataannya seperti ini justru luput dari pengawasan birokrasi di tingkat bawah.
Secara visual, rumah tersebut tidak lagi memenuhi standar keamanan dan kesehatan. Dinding yang lapuk serta tidak adanya pintu dan jendela yang layak mengancam keselamatan penghuninya setiap saat, terutama saat cuaca buruk melanda wilayah V Koto Kampung Dalam.
Dalam hal ini salah seorang tokoh masyarakat serta Aktifis Sumbar yang enggan untuk disebutkan identitasnya setelah melihat video yang viral di akun Facebook Info Padang Pariaman mengatakan kita sangat berharap sekali kepada instansi Pemerintah yang terkait seperti BAZNAS , DINSOS, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Padang untuk secepatnya menanggapi informasi tersebut,"harapnya
(Jamal)





.jpg)



