Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU), perwakilan Dinas Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta instansi terkait lainnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi dampak El Nino, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih di wilayah Kabupaten Lampung Utara.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati menyampaikan bahwa rakor ini merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan dini terhadap potensi bencana.
“Rakor ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi dampak El Nino. Kami mengedepankan sinergi lintas sektor agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” ujar IPTU Herawati.
Ia menambahkan, Polres Lampung Utara bersama instansi terkait akan meningkatkan patroli serta pengawasan di wilayah rawan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta lebih bijak dalam penggunaan sumber daya air selama musim kemarau.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan. Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dan dampak buruk lainnya,” tambahnya.
Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi antar instansi semakin solid sehingga mampu meminimalisir risiko bencana serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Lampung Utara.
(Sukri)


.jpg)


.jpg)



