-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Area Cafe Space Gelar Malam Budaya Penuh Pesona di Bireuen

    Saturday, April 25, 2026, 18:16 WIB Last Updated 2026-04-25T11:16:27Z

    BIREUEN - Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan budaya mewarnai gelaran Malam Budaya yang diprakarsai oleh Area Cafe Space Bireuen pada Jumat malam (24/4/2026). Bertempat di Desa Cot Gapu, tepat di depan Rumah Sakit Telaga Bunda, kegiatan ini berlangsung meriah, tertib, dan sarat makna, menjadi bukti nyata bahwa denyut seni tradisional tetap hidup di tengah arus modernisasi.


    Acara tersebut menghadirkan tujuh sanggar seni terbaik se-Kabupaten Bireuen, yakni Sanggar Batee Kureung, Sanggar Mirah Delima, Sanggar Rujak Mameh, Sanggar Darussalam, Sanggar Linge, Sanggar Rampangoe Jeumpa, dan Sanggar Geulanta. Setiap penampilan disuguhkan dengan penuh totalitas, menghadirkan ragam ekspresi budaya yang memukau. Antusiasme penonton pun begitu tinggi; mereka larut dalam suasana hingga akhir acara, seakan enggan beranjak dari pesona yang tersaji di panggung.


    Pengelola Area Cafe Space, Hafiz, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam membangun ruang kreatif bagi generasi muda. Menurutnya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan.


    “Insya Allah ke depan, tempat ini akan terus dikembangkan menjadi rumah bagi seni dan budaya, khususnya sebagai wadah bagi generasi muda Aceh untuk menyalurkan karya dan kreativitas mereka, terutama di Kabupaten Bireuen,” ujar Hafiz.


    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat luas.


    “Budaya adalah akar yang menguatkan jati diri. Jika akar itu kita jaga dengan baik, maka pohon peradaban akan tumbuh kokoh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya dengan penuh harap.


    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bireuen, unsur Forkopimda, SKPK, tokoh masyarakat, serta berbagai tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan nyata terhadap upaya pelestarian seni dan budaya daerah.


    Malam itu bukan sekadar pertunjukan, melainkan perayaan identitas dan kebersamaan. Sebab sejatinya, budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dihidupkan—dalam karya, dalam rasa, dan dalam langkah generasi yang akan datang.


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan