Siska Primadona,S.STP.MSi. Kadinsos P3A Kabupaten Padang Pariaman yang didampingi oleh sekretaris Dinsos Suhatman, S.Pd.M.Si. mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat pondasi keluarga sebagai benteng utama, sekaligus menyikapi fenomena sosial yang terjadi saat ini, mulai dari lunturnya adab, perilaku arogan, bullying, hingga berbagai bentuk kekerasan yang mengintai generasi muda dan rumah tangga,"ucapnya
Ketahanan keluarga bukan hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan kemampuan keluarga untuk melindungi, mendidik, dan membimbing anggotanya agar terhindar dari bahaya. Dalam pertemuan ini, disampaikan bahwa banyak masalah perilaku anak bermula dari kurangnya pengawasan dan pemahaman tentang batasan norma,"tambahnya
Masyarakat diajak untuk mewaspadai berbagai bentuk kekerasan yang sering terjadi, baik yang terlihat mata maupun tersembunyi:
1. Kekerasan Fisik
Setiap tindakan yang menimbulkan rasa sakit, seperti memukul, menendang, hingga tindakan pengeroyokan. Ini adalah pelanggaran hukum yang nyata dan meninggalkan luka fisik.
2. Kekerasan Psikis
Kekerasan lewat kata-kata atau sikap yang menyakiti hati, seperti memaki, menghina, mengancam, hingga mengucilkan (silent treatment). Luka ini tidak terlihat namun dampaknya bisa bertahan seumur hidup, menyebabkan depresi dan hilangnya rasa percaya diri.
3. Kekerasan Seksual
Segala tindakan bernuansa seksual tanpa persetujuan, mulai dari pelecehan, ucapan cabul, hingga tindakan berat. Saat ini kasus ini meningkat dan perlu diwaspadai karena sering dilakukan oleh orang terdekat.
4. Penelantaran
Bentuk kekerasan melalui pengabaian. Mulai dari tidak memenuhi kebutuhan dasar, hingga penelantaran pengawasan. Seperti nasihat para ulama, orang tua wajib mengenali teman anak dan lingkungan pergaulannya. Membiarkan anak tumbuh tanpa arahan sama dengan membiarkannya terjerumus ke dalam hal buruk demi gengsi.
5. Kekerasan Ekonomi
Tindakan mengontrol atau menahan hak orang lain atas harta, seperti tidak memberi nafkah layak, melarang bekerja, atau mempersulit urusan keuangan. Hal ini sering memicu perilaku anak yang suka mengambil hak orang lain karena kebutuhan tidak terpenuhi atau diajarkan manajemen uang yang salah.
Dalam dialog ini ditekankan momen yang tepat untuk memperbaiki diri dan hubungan dalam keluarga. Solusi utama adalah kembali kepada Pendidikan Karakter dan Adab.
"Keluarga adalah sekolah pertama. Jika sejak dini diajarkan sopan santun, kejujuran dalam hal pinjam-meminjam, dan cara berkomunikasi yang baik, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak arogan, tidak suka menindas, dan mampu bernegosiasi dengan baik."
Ketahanan keluarga akan terwujud jika orang tua hadir bukan hanya secara fisik, tapi juga hati, serta terus mengawasi dan menasihati anak, meski mereka sudah tumbuh dewasa.
Sebelum mengakhiri beliau sangat berharap untuk semua pihak diharapkan saling peduli dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman yang kita cintai,"tutupnya
(Jamal)





.jpg)



