Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini menjadi ajang pembuktian dedikasi para santri dalam mendalami literatur Islam klasik.

Sejak pagi hingga sore hari, para santri tampil dengan penuh percaya diri melakukan setoran hafalan kitab-kitab fundamental, di antaranya Kitab :
1. Aqidatul Awam,
2. Safinatun Najah,
3. Mukhtarul Ahadits,
4. Nadzom Imrithi, serta
5. Nadzom Maqshud
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin, Ust. M. Sapri, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral pesantren dalam mencetak generasi yang beradab dan berilmu.
Puncak emosional acara terjadi pada pukul 15.00 WIB saat prosesi santunan diberikan kepada anak yatim. Di tengah suasana hangat tersebut, Ustadzah Putri Amalia dalam tausiyahnya memberikan pesan mendalam bagi para orang tua dan keluarga yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menempatkan pendidikan agama sebagai prioritas utama bagi anak-anak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah setempat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Bapak H. Zeffry, SE. memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini.
"Kami sangat bangga dan menyambut baik inisiatif ini. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat jejaring antara para Kyai, guru ngaji, dan santri. Buah dari ketekunan mengaji para santri di Ponpes Sabilul Muhtadin ini tidak hanya akan dipetik oleh orang tua, tapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, serta bangsa dan negara," ujar Bapak Hi. Zeffry di sela-sela acara.
Isthifalan tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi pesantren tetap relevan dan menjadi oase di tengah masyarakat. Dengan semangat berbagi dan belajar, Ponpes Sabilul Muhtadin terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah di Kabupaten Pesawaran.
(Imn)





.jpg)



