Pohon-pohon yang sebelumnya dirawat menggunakan anggaran negara dugaan hingga miliaran rupiah, kini hanya tersisa sebagai “bangkai” setelah adanya proyek pembongkaran trotoar yang tengah berlangsung.
Pantauan di lapangan pada Jumat (17/4/2026) menunjukkan, proyek pembongkaran yang dikerjakan oleh salah satu perusahaan tersebut mengakibatkan tanaman-tanaman yang sebelumnya dirawat setiap hari oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi rusak dan tidak lagi bernilai.
Upaya penyiraman dan pemeliharaan yang selama ini dilakukan demi memperindah Kota Juang BIREUEN, kini seolah menjadi sia-sia.
Seorang warga KABUPATEN BIREUEN berinisial MH menilai, kondisi ini seharusnya tidak terjadi apabila perencanaan dilakukan secara matang dan terkoordinasi.
“Ini jelas mubazir. Anggaran sudah dikeluarkan, tapi hasilnya justru dihancurkan kembali,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KABUPATEN BIREUEN, Zaldi, AP., S.Sos., belum dapat dikonfirmasi karena sedang dalam kesibukan.
Di sisi lain, proyek pembongkaran trotoar tersebut masih terus berlangsung. Namun, belum terlihat adanya papan informasi proyek yang menjelaskan besaran anggaran, sumber dana, maupun pihak pelaksana secara transparan.
“Anggaran negara bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan amanah dari rakyat. Ketika perencanaan diabaikan, yang tumbuh bukanlah pembangunan, melainkan pemborosan yang menyisakan penyesalan.” ( Hendra)





.jpg)



