-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Memprihatinkan, Pemuda 25 Tahun di Padang Pariaman Hidup Tanpa Akses Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial

    Metronewstv.co.id
    Sunday, April 12, 2026, 08:21 WIB Last Updated 2026-04-12T01:21:52Z

    PADANG PARIAMAN – Kondisi memprihatinkan dialami Roni (25), warga Nagari Balai Baiak Malai III Koto, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, sebagaimana terungkap pada 11 April 2026.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Roni sehari-hari hanya menghabiskan waktu dengan duduk dan berdiam diri di rumah. Hingga saat ini, akses terhadap layanan kesehatan maupun bantuan sosial bagi dirinya masih sangat terbatas, bahkan belum tersentuh sama sekali.


    Hasil asesmen Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ade Saputra, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Roni sedang menurun, dengan gejala demam dan flu. Ia juga tidak memiliki aktivitas produktif dan sepenuhnya bergantung pada perawatan orang tuanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


    Dari sisi pendidikan, Roni diketahui memiliki keterbatasan dalam bersosialisasi dan beraktivitas. Ia sempat mengenyam pendidikan di tingkat sekolah dasar pada tahun 2024, namun hanya bertahan selama dua bulan. Saat itu, ia sempat menerima bantuan dari pihak sekolah sebesar Rp350.000. Namun kini, Roni sudah tidak melanjutkan pendidikan dan kembali berdiam diri di rumah. Hal tersebut disampaikan oleh ibunya.


    Roni tinggal bersama kedua orang tuanya, Bakar yang bekerja sebagai sopir angkutan barang, serta ibunya Jasmani yang berjualan makanan dan minuman. Ia juga memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk di bangku kelas II SMP. Meski kedua orang tuanya telah berupaya keras memenuhi kebutuhan keluarga, kondisi ekonomi yang terbatas membuat kebutuhan khusus Roni belum dapat terpenuhi secara maksimal.


    Ironisnya, hingga kini keluarga tersebut belum terdaftar sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan pangan sembako. Bantuan yang pernah diterima hanya berupa dana zakat sebesar Rp200.000 yang diberikan satu kali dalam setahun. Selain itu, kepesertaan BPJS Kesehatan Roni saat ini juga dalam kondisi tidak aktif.


    Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera mendapat perhatian, di antaranya pemenuhan gizi dan nutrisi untuk mempercepat pemulihan kesehatan, bantuan sembako dan sandang, serta pengaktifan kembali BPJS Kesehatan agar Roni dapat memperoleh layanan pengobatan secara layak dan gratis.


    Dengan suara terbata-bata dan mata berkaca-kaca, Jasmani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Ia memohon agar kondisi anaknya segera ditindaklanjuti, sehingga dapat terdata dalam program kesejahteraan sosial, memperoleh asupan nutrisi yang cukup, serta memiliki jaminan kesehatan aktif demi kualitas hidup yang lebih baik.


    (Jamal)

    Komentar

    Tampilkan