Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka dan daring, ini dihadiri Plt. Kepala BBPOM Padang Elyunaida, Ketua TP PKK, kepala perangkat daerah terkait, camat, kepala sekolah, wali nagari, serta pengurus pasar.
Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman yang diwakili Asisten II Elfi Delita menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Pangan yang aman tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Namun, kita masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ditemukannya produk pangan yang tidak memenuhi syarat mutu di pasar, sekolah, maupun nagari,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih rendahnya pengetahuan dan tanggung jawab pelaku usaha pangan serta kurangnya kepedulian masyarakat terhadap mutu pangan, yang berpotensi memicu kasus keracunan pangan.
“Melalui kegiatan advokasi ini, kita berharap dapat memberikan solusi nyata dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan aman hingga tingkat perseorangan, sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala BBPOM Padang Elyunaida menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor agar pangan yang beredar benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Kenapa kita harus menekankan keamanan pangan? Karena kita harus memastikan setiap pangan yang dikonsumsi masyarakat itu aman. Untuk itu perlu sinergi antar stakeholder dan komitmen bersama dari seluruh pihak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penguatan keamanan pangan difokuskan pada tiga titik strategis, yaitu pasar, sekolah, dan nagari. Di pasar, perlu dipastikan makanan yang dijual aman; di sekolah, perlu pembudayaan konsumsi pangan sehat; dan di nagari, diperlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga mutu pangan.
Lebih lanjut, Elyunaida menyampaikan bahwa pendekatan program dilakukan melalui advokasi dan pembentukan kader di masing-masing titik intervensi.
“Di sinilah pentingnya kader. Mereka akan menjadi ujung tombak di lapangan dan akan diberikan bimbingan teknis. Karena tidak mungkin kita mengintervensi seluruh sekolah, pasar, dan nagari secara langsung, maka kader ini yang akan memperluas jangkauan program,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tingkat kader saja, tetapi harus berdampak luas hingga ke lingkungan sekolah, nagari, dan pasar lainnya. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung penurunan angka stunting dan mencegah kejadian luar biasa (KLB) akibat pangan yang tidak aman.
Program GERMAS SAPA sendiri memiliki tiga pilar utama, yakni Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Selain itu, keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi lima pilar, yaitu pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan konsumen.
Pada tahun 2026, BBPOM Padang menetapkan sejumlah lokus intervensi di Kabupaten Padang Pariaman sebagai sampel pelaksanaan program, di antaranya Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) untuk sektor sekolah, Pasar Sungai Geringging untuk sektor pasar, serta Nagari Toboh Gadang Barat dan Nagari Limau Purut untuk sektor desa.
Bupati melalui Asisten II juga menginstruksikan seluruh pihak terkait, mulai dari nagari, sekolah, hingga pengelola pasar, untuk melaksanakan program ini secara serius dan berkelanjutan.
“Wilayah yang menjadi lokus harus mampu menjadi percontohan dan membawa nama baik Padang Pariaman di tingkat nasional,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis GERMAS SAPA mampu menjadi langkah nyata dalam mewujudkan daerah yang sehat, aman, dan sejahtera, sekaligus mencetak generasi masa depan yang unggul.
(Jamal)






.jpg)



