Salah satu warga terdampak, Ganda, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah menyebabkan tanah di sekitar rumahnya terkikis oleh aliran air kali dan menyebabkan pondasi rumahnya mengalami keretakan hingga patah. Ia juga menyebutkan, saat hujan deras turun, dirinya bersama keluarga terpaksa mengungsi karena khawatir air meluap dan masuk ke dalam rumah.
“Kalau hujan deras, kami khawatir air naik dan masuk ke rumah. Bahkan beberapa kali harus mengungsi demi keselamatan,” ujarnya.
Ketua RT 03, Mursalim, membenarkan adanya keluhan dari warganya tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan berupaya menindaklanjuti melalui berbagai jalur, termasuk mengusulkan perbaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) serta ke Anggota DPRD yg berdomisili di Gerem, dan kamu juga sudah mengajukan ke dinas terkait, yakni PUPR bahkan sampai ke provinsi.
Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada realisasi atau tindak lanjut dari pihak terkait.“Kami sudah ajukan melalui Musrenbang dan juga ke dinas PUPR, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami berharap segera ada perhatian serius dari pemerintah,” kata Mursalim.
Ia pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membangun pembatas atau normalisasi kali, guna mencegah kerusakan yang lebih parah serta memberikan rasa aman bagi warga, khususnya saat musim hujan.
“Warga butuh kepastian dan rasa aman. Jangan sampai setiap hujan turun, mereka merasa was-was bahkan tidak bisa tidur tenang,” pungkasnya.







.jpg)



