Sejumlah relawan muda dari Bara JP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memilih becak sebagai bagian dari prosesi penyambutan. Bagi mereka, kendaraan sederhana itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol yang selama ini lekat dengan citra kesederhanaan dan kedekatan Jokowi dengan masyarakat akar rumput.
Sesaat setelah Jokowi keluar dari ruangan didampingi Bendahara DPP PSI, para relawan mendorong becak yang membawa tumpeng menuju lokasi penyambutan. Mereka kemudian menyerahkan tumpeng tersebut di hadapan mantan Presiden RI itu, disambut tepuk tangan ratusan relawan dan simpatisan yang telah menunggu sejak pagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Bara JP, Boy Nababan, Wakil Ketua
Bara JP Yogie Tri Wardaha, serta Pembina DPP Bara JP, Faisol Sanjaya. Suasana berlangsung penuh kekeluargaan, diwarnai doa serta ucapan selamat ulang tahun dari para relawan.
Pembina DPP Bara JP, Faisol Sanjaya, mengatakan tumpeng yang dibawa menggunakan becak merupakan bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada Jokowi yang berulang tahun ke-65.
"Tumpeng itu untuk mengucapkan selamat ulang tahun Jokowi yang ke-65. Sekaligus menjadi sambutan relawan atas kesediaan beliau meluangkan waktu berkunjung ke Bumi Lada," ujar Faisol.
Menurut Faisol, pemilihan becak juga memiliki makna tersendiri. Kendaraan tradisional tersebut dianggap merepresentasikan semangat kerakyatan yang selama ini melekat dalam perjalanan politik Jokowi.
Ia berharap, di usia yang ke-65, Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan tetap menjadi sosok yang mampu menginspirasi semangat politik yang berpihak kepada masyarakat.
"Kami berharap di usia ke-65 tahun, Pak Jokowi selalu sehat dan terus mampu membangun semangat politik kerakyatan yang berpihak kepada rakyat kecil. Selama 10 tahun memimpin Indonesia, beliau menjadi simbol harapan bagi banyak kalangan masyarakat kecil," kata Faisol.
Bagi para relawan, perayaan sederhana dengan becak dan tumpeng adalah momen menyampaikan rasa terima kasih kepada seorang pemimpin yang dalam pandangan mereka, telah membangun kedekatan dengan masyarakat melalui gaya kepemimpinan yang sederhana dan merakyat.
Di tengah keramaian penyambutan di Bandar Lampung, becak yang mengangkut tumpeng itu menjadi pengingat bahwa simbol-simbol sederhana masih memiliki tempat dalam ekspresi politik dan penghormatan dari para pendukung kepada tokoh yang mereka kagumi.
(Imn)






.jpg)



