-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)

    Saturday, July 4, 2026, 19:20 WIB Last Updated 2026-07-04T12:20:18Z

    SAMPIT - Mewaspadai ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini.


    Seluruh wilayah Kotim diprediksi mengalami kondisi sangat kering atau kemarau ekstrem pada Juli sampai September 2026. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya berkaitan dengan potensi karhutla yang akan meningkat signifikan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, sabtu 04/juli/2026


    Ia menjelaskan prediksi tersebut berdasarkan buletin iklim BMKG pada Juni 2026. Seluruh wilayah Kotim diprediksi mengalami kondisi sangat kering atau kemarau ekstrem dengan curah hujan 0-20 mm/kategori di bawah normal yang berlangsung dari Juli hingga September 2026.


    Hal ini diperkirakan merupakan pengaruh dari fenomena El Niño yang diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada musim kemarau tahun ini.


    Dampaknya tidak hanya meningkatkan suhu udara dan memperpanjang kekeringan, kata dia, tetapi juga membuat kawasan gambut menjadi sangat rentan terbakar.


    Menurutnya, langkah pencegahan menjadi prioritas utama untuk menekan risiko meluasnya kebakaran. BPBD meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mulai menerapkan teknologi tanpa bakar dalam aktivitas pertanian maupun perkebunan.


    Jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena dalam kondisi sangat kering api kecil pun bisa memicu kebakaran besar,” ujarnya.


    Hal ini terus ia tekankan lantaran masih ditemukan kejadian karhutla yang diduga disebabkan unsur kesengajaan. Selain pencegahan, BPBD juga memperkuat pengawasan dan deteksi dini dengan mengaktifkan posko pemantauan, meningkatkan patroli rutin, serta memantau perkembangan titik panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan satelit dan laporan lapangan


    Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini apabila terjadi peningkatan potensi kebakaran di sejumlah kecamatan rawan.


    Di sisi kesiapsiagaan, BPBD mengimbau masyarakat dan pemerintah desa menyiapkan sumber air cadangan, membuat jalur pemisah api atau firebreak, serta memastikan peralatan pemadam dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.


    Masker N95 juga perlu disiapkan sebagai antisipasi apabila kabut asap mulai terjadi dan mengganggu kesehatan masyarakat,


    (KARIM)

    Komentar

    Tampilkan