Beragam aktivitas ekonomi mulai tumbuh di kawasan tersebut, mulai dari penjualan kurma, bahan-bahan kue, toko kelontong, usaha jahit, sablon, bordir, hingga produksi mi pangsit. Kondisi ini menjadi harapan baru bagi geliat perekonomian masyarakat setempat.
Sebelumnya, kawasan Pasar Kering sempat terbengkalai selama bertahun-tahun, meskipun seluruh bangunannya dibangun menggunakan anggaran APBN. Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., bersama Wakil Bupati Ir. Razuardi, M.T., pasar tersebut mulai kembali hidup dan perlahan menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Namun, kebangkitan itu masih dihadapkan pada persoalan serius. Setiap hari para pedagang dan warga harus berjuang menghadapi debu tebal yang beterbangan akibat kondisi jalan yang belum diaspal. Debu tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta aktivitas jual beli.
Salah seorang warga, Syamsudin, mengungkapkan bahwa debu yang terus beterbangan membuat sebagian pedagang enggan membuka toko secara penuh setiap hari. Kondisi tersebut dinilai menghambat perkembangan Pasar Kering dan berpotensi mengurangi kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen.
"Kami berharap Bupati Bireuen, H. Mukhlis, dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan ini dengan segera melakukan pengaspalan jalan menuju Pasar Kering. Infrastruktur yang layak akan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Syamsudin...
Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan Pasar Kering dapat segera direalisasikan agar kebangkitan ekonomi yang mulai tumbuh tidak kembali terhambat oleh persoalan lingkungan yang sebenarnya dapat diatasi.
"Perekonomian akan tumbuh ketika infrastruktur dibangun dengan baik. Jalan yang layak bukan sekadar akses, tetapi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat."
( Hendra)






.jpg)



