Rembuk stunting ini dihadiri langsung oleh Camat Muara Sahung Ahmad Gusran, S.Sos. Turut hadir Kepala Puskesmas beserta petugas kesehatan, Kepala Balai KB Kecamatan Muara Sahung, Kapolsek Muara Sahung, serta Danramil Kaur Tengah yang diwakili oleh Babinsa Desa Ulak Lebar.
Dalam sambutannya, Camat Muara Sahung Ahmad Gusran, S.Sos menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama. "Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga tanggung jawab kita semua. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat," tegasnya.
Kepala Puskesmas Muara Sahung dalam paparannya menyampaikan data balita yang berisiko stunting di Desa Ulak Lebar. Ia juga menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi, sanitasi, dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil sebagai upaya pencegahan dini.
Sementara itu, Kepala Balai KB Kecamatan Muara Sahung menekankan peran keluarga dalam mencegah stunting. Edukasi tentang jarak kelahiran, gizi seimbang, dan pentingnya posyandu menjadi poin utama yang disampaikan kepada peserta rembuk.
Kapolsek Muara Sahung dan Babinsa Ulak Lebar yang mewakili Danramil Kaur Tengah juga menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah desa. Mereka siap bersinergi dalam mengedukasi masyarakat dan mengawal pelaksanaan program penurunan stunting di desa.
Melalui rembuk ini, Pemerintah Desa Ulak Lebar menyepakati beberapa program prioritas tahun 2026, di antaranya pemberian makanan tambahan, peningkatan sanitasi air bersih, dan penguatan peran kader posyandu. Warga diharapkan aktif mendukung agar target penurunan angka stunting di Desa Ulak Lebar dapat tercapai.
(Nur aipa)






