Kunjungan kerja Menteri PU turut didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, Fadli Amir, S.T., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Pada kesempatan tersebut, Menteri PU bersama rombongan melakukan uji fungsi bendung untuk memastikan seluruh jaringan irigasi bekerja secara optimal sehingga aliran air dapat kembali menjangkau lahan-lahan pertanian. Pengaliran air yang telah lama dinantikan masyarakat itu disambut penuh syukur oleh para petani yang selama ini menghadapi kesulitan akibat rusaknya saluran irigasi.
Dengan kembali beroperasinya Bendung Irigasi Pantee Lhoong, sekitar 6.562 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bireuen diharapkan dapat kembali memperoleh pasokan air secara maksimal. Pemulihan infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga stabilitas produksi pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen dan Provinsi Aceh.
Di hadapan para petani, Menteri PU Doddy Hanggodo menegaskan bahwa rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir dan longsor merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.
"Pemerintah pusat berkomitmen agar para petani yang terdampak bencana banjir dapat kembali berproduksi secepatnya. Alhamdulillah, proses rehabilitasi infrastruktur berjalan sesuai target dan manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Doddy.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Mukhlis, S.T., yang dinilai bekerja cepat, responsif, dan penuh dedikasi dalam mempercepat rehabilitasi infrastruktur bersama Dinas PUPR. Menurutnya, apabila masih ditemukan kendala pada jaringan irigasi, pemerintah akan segera melakukan normalisasi agar tidak menghambat musim tanam dan aktivitas para petani.
Sementara itu, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dan dukungan nyata dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, khususnya jaringan irigasi yang menjadi urat nadi sektor pertanian sekaligus penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen.
"Selama pascabencana, ribuan petani mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengolah sawah mereka. Alhamdulillah, hari ini air kembali mengalir, membawa harapan baru bagi para petani yang kini mulai memasuki musim tanam," ungkap Mukhlis.
Ia menjelaskan, dari sekitar 15.000 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bireuen, lebih dari 2.000 hektare sempat terdampak banjir. Karena itu, pemerintah terus melakukan rehabilitasi dan normalisasi jaringan irigasi secara bertahap agar seluruh kawasan pertanian dapat kembali berfungsi secara optimal, sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin terjamin.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, keberhasilan memulihkan Bendung Irigasi Pantee Lhoong bukan sekadar membangun kembali sebuah infrastruktur, melainkan menghidupkan kembali harapan, menggerakkan roda perekonomian desa, serta memastikan para petani dapat kembali menanam dengan penuh optimisme.
"Air yang mengalir bukan hanya menghidupkan sawah, tetapi juga menumbuhkan harapan, menguatkan semangat, dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Sebab, pembangunan yang sejati bukan hanya membangun bendungan dan saluran irigasi, melainkan menghadirkan kesejahteraan, menjaga ketahanan pangan, serta mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang."
Peluncuran pengaliran perdana Bendung Irigasi Pantee Lhoong menjadi simbol bangkitnya sektor pertanian Kabupaten Bireuen pascabencana. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian Bireuen akan semakin maju, produktif, serta mampu menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan Aceh dan Indonesia.
( Hendra)






