-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Tradisi Sedekah Bumi Desa Sugihwaras Berlangsung Khidmat, Warga Diimbau Hindari Pembakaran Lahan

    Sunday, July 5, 2026, 14:49 WIB Last Updated 2026-07-05T07:49:54Z

    MUSI RAWAS – Masyarakat Desa Sugihwaras, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi dalam rangka menyambut bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Sugihwaras berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.


    Acara tersebut dihadiri Camat Sukakarya Hj. Rati Indah, S.E., M.Si., Kepala Desa Sugihwaras, Danramil, Wakapolsek Jayaloka IPDA Roma Doni, Ketua BPD beserta anggota, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa KKN Posko 35 Universitas PGRI Silampari.


    Dalam sambutannya, Kepala Desa Sugihwaras mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, keselamatan, serta hasil pertanian yang telah dinikmati masyarakat.


    "Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan tradisi ini terus terjaga sebagai warisan budaya desa," ujarnya.


    Pada kesempatan itu, Kepala Desa juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama Kapolres Musi Rawas menjelang musim kemarau.


    Ia mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai sanksi pidana. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan cara yang aman dan sesuai ketentuan saat membuka lahan.


    Sementara itu, Camat Sukakarya Hj. Rati Indah mengapresiasi masyarakat Desa Sugihwaras yang terus melestarikan tradisi Sedekah Bumi setiap tahunnya.


    Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki dan hasil panen, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.


    Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, pembagian sembako dan hasil bumi kepada warga yang membutuhkan, serta makan bersama seluruh masyarakat yang hadir.


    Tradisi Sedekah Bumi diharapkan terus menjadi perekat persatuan masyarakat sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan demi keselamatan bersama.



    ( Guntur )

    Komentar

    Tampilkan