• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Bupati Bireuen Luncurkan Program Integrasi Layanan Primer 2026, Perkuat Pelayanan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup

    Wednesday, October 14, 2026, 17:59 WIB Last Updated 2026-10-14T10:59:09Z

    BIREUEN - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., secara resmi meluncurkan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Bireuen Tahun 2026. Peluncuran ditandai dengan penabuhan rapa’i secara bersama di Ballroom Hotel Bireuen Jaya, Rabu (14/10/2026).


    Program ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, terpadu, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.


    Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi terbaik dalam membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, penguatan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas bersama guna mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.


    Sejalan dengan pilar pertama transformasi sistem kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Pemkab Bireuen mengambil langkah konkret melalui penerapan Integrasi Layanan Primer.


    Menurut Bupati, ILP bukan sekadar program baru, melainkan sebuah perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, dari pendekatan yang berfokus pada penyakit menuju pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan kesehatan masyarakat sepanjang siklus hidup.


    “Jika selama ini pelayanan kesehatan cenderung berfokus pada penyakit, maka melalui ILP, pelayanan akan diarahkan berdasarkan siklus hidup manusia, mulai dari masa kehamilan, bayi dan balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia,” jelasnya.


    Bupati menjelaskan, penerapan ILP bertujuan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas secara lebih cepat, tepat, dekat, dan ramah, tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial.


    Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemkab Bireuen berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan secara berjenjang dan terintegrasi, mulai dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap gampong.


    Bupati juga mengapresiasi sejumlah gampong yang telah menunjukkan kemajuan dalam penerapan ILP, salah satunya Posyandu ILP di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, yang telah menjalankan program tersebut dan mendapat perhatian positif dari tim penilai Kemenkes RI.


    “Kita patut mengapresiasi upaya yang telah dilakukan sejumlah gampong, termasuk Posyandu ILP di Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan. Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi gampong-gampong lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.


    Bupati Tekankan Sinergi Lintas Sektor

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mukhlis menekankan sejumlah langkah strategis yang perlu segera dilakukan untuk memastikan implementasi ILP berjalan optimal.


    Pertama, kepada Dinas Kesehatan dan seluruh kepala Puskesmas, Bupati meminta agar segera melakukan penataan alur pelayanan sesuai dengan klaster siklus hidup serta memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama siap menerapkan konsep ILP secara optimal.


    Kedua, kepada para camat dan keuchik, ia menginstruksikan agar memberikan dukungan penuh terhadap operasionalisasi Pustu dan Posyandu ILP di wilayah masing-masing. Selain itu, pemanfaatan dana desa diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.


    Ketiga, Bupati memberikan perhatian khusus kepada para kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat gampong.


    “Para kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan. Karena itu, teruslah meningkatkan kapasitas dan keterampilan. Peran aktif kader dalam melakukan skrining kesehatan masyarakat secara berkala menjadi salah satu kunci keberhasilan deteksi dini berbagai masalah kesehatan,” pesannya.


    Bupati menegaskan, keberhasilan integrasi layanan primer tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.


    Ia mengajak seluruh unsur terkait untuk menyatukan komitmen dan langkah dalam mendukung pelaksanaan ILP demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Bireuen yang sehat, mandiri, dan berkeadilan.


    Diikuti 101 Peserta Selama Tiga Hari

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat implementasi Integrasi Layanan Primer melalui peningkatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.


    Melalui kegiatan ini, pelayanan kesehatan primer diharapkan dapat diselenggarakan secara lebih terpadu, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di setiap tahapan siklus hidup.


    Dr. Irwan menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki beberapa tujuan utama, yakni meningkatkan pemahaman lintas sektor mengenai kebijakan dan pelaksanaan ILP, memperkuat komitmen serta peran masing-masing sektor, dan meningkatkan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak kecamatan, serta perangkat gampong.


    Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi pelaksanaan ILP agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.


    “Melalui kegiatan ini, kami berharap koordinasi dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga pelaksanaan Integrasi Layanan Primer dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


    Ia menyebutkan, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 14–16 Oktober 2026, bertempat di Hotel Bireuen Jaya, dengan jumlah peserta sebanyak 101 orang.


    Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada Rabu (14/10/2026), dengan peserta yang berasal dari unsur lintas sektor, Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, pihak kecamatan, serta instansi dan pihak terkait lainnya.


    Sementara itu, gelombang kedua dan ketiga dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat (15–16/10/2026), dengan peserta terdiri atas kepala Puskesmas dan penanggung jawab klaster di masing-masing Puskesmas.


    “Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak terkait memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mendukung implementasi Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Bireuen,” tutup Kepala Dinas Kesehatan Bireuen.


    Dengan diluncurkannya Program Integrasi Layanan Primer Tahun 2026, Pemkab Bireuen berharap penguatan pelayanan kesehatan dapat berjalan semakin optimal hingga ke tingkat gampong, sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan dasar yang lebih merata, terpadu, dan berkesinambungan.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan