
Manajer WVI Area Development Timor–Perbatasan Kabupaten Malaka dan Belu, Rikardus Wawo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Wahana Visi Indonesia berkomitmen mendampingi masyarakat rentan melalui sejumlah bidang, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, advokasi, serta tanggap bencana, khususnya bagi masyarakat di desa-desa dampingan di Kabupaten Malaka.
“Untuk pelatihan kader ini masuk ke poin pemberdayaan masyarakat. Tujuannya supaya anak-anak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal di Posyandu,” jelas Rikardus.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kader Posyandu merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar pelayanan kesehatan bagi anak-anak dapat berjalan lebih optimal. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Kegiatan orientasi ini diikuti 65 kader Posyandu yang berasal dari lima desa dampingan WVI, yaitu Desa Kleseleon, Leunklot, Umalawain, Haliklaran, dan Motaulun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tenaga kesehatan dari puskesmas, tenaga kesehatan yang ada di desa, serta staf dan kepala bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.
Melalui kegiatan ini, WVI berharap kapasitas kader Posyandu dan tenaga kesehatan semakin meningkat sehingga mampu mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, terutama ibu dan anak di desa-desa dampingan.
(Fabianus Bria)

%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









