Pentas PAI ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap ajaran Islam, sekaligus menggali potensi, mengasah kemampuan, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri generasi muda dalam menampilkan bakat di bidang keagamaan.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga merupakan sarana pendidikan karakter dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak mulia, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di kalangan peserta didik sejak usia dini.
Kepada media ini, Kepala UPTD SD Negeri 2 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Syarifah Nazariah, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua K3S Kecamatan Kuta Blang, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pentas PAI tingkat kecamatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti oleh 11 sekolah, dengan masing-masing sekolah mengikutsertakan 11 siswa untuk berkompetisi dalam enam cabang perlombaan yang telah ditentukan.
Adapun enam cabang perlombaan tersebut meliputi Lomba Cerdas Cermat (LCT), Tilawah Al-Qur’an, Azan, Tahfiz Al-Qur’an, Kaligrafi dan Pidato yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Peserta yang mengikuti perlombaan tidak dibatasi berdasarkan tingkat kelas tertentu. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sepanjang mempunyai kemampuan dan kesiapan dalam mengikuti cabang perlombaan yang dipilih.
Kebijakan tersebut memberikan ruang yang luas bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, menunjukkan kemampuan terbaik, serta memperoleh pengalaman berharga dalam suasana kompetisi yang mendidik dan membangun.
Sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan prestasi yang diraih, panitia memberikan trofi, sertifikat penghargaan, serta uang transportasi kepada peserta yang berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga.
Syarifah Nazariah berharap, melalui kegiatan Pentas PAI ini, para siswa semakin termotivasi untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap siswa yang meraih prestasi dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya, sementara peserta yang belum berhasil meraih juara tidak berkecil hati dan tetap bersemangat untuk belajar.
Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah perlombaan bukan semata-mata diukur dari piala yang dibawa pulang, melainkan juga dari keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam berusaha, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
“Bagi anak-anak yang meraih juara, teruslah berlatih agar prestasi yang telah dicapai dapat dipertahankan dan dikembangkan. Bagi yang belum berhasil, jangan pernah berputus asa. Teruslah belajar, berlatih, dan berdoa, karena setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menjadi bekal berharga untuk meraih keberhasilan pada masa mendatang,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pentas PAI tingkat Kecamatan Kuta Blang diselenggarakan selama satu hari. Meski berlangsung singkat, kegiatan ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta, guru pendamping, dan pihak sekolah yang terlibat.
Lebih dari sekadar perlombaan, Pentas PAI merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, santun dalam perilaku, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai agama.
Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Sebab, kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sedangkan ilmu yang disertai iman dan budi pekerti akan menjadi cahaya bagi kehidupan.
“Juara sejati bukan hanya mereka yang berdiri di podium dengan membawa piala, melainkan mereka yang terus belajar dengan rendah hati, berjuang tanpa menyerah, serta menjadikan ilmu dan akhlak sebagai bekal untuk menerangi masa depan.”
Melalui penyelenggaraan Pentas PAI ini, K3S Kecamatan Kuta Blang diharapkan terus memperkuat sinergi antarsekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan bakat peserta didik, serta melahirkan generasi penerus yang berprestasi, beriman, berakhlak mulia, dan mampu menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, serta daerah Kabupaten Bireuen.
( Hendra)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









