• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Kebakaran Landa Lahan Kopi Dan Pinus Di Nosu, Satu Rumah Warga Hangus Terbakar

    Tuesday, October 13, 2026, 14:40 WIB Last Updated 2026-10-13T07:40:17Z

    MAMASA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, pada Selasa (13/10/2026). Api pertama kali terpantau sekitar pukul 10.00 Wita di tiga lokasi berbeda, yaitu Dusun Bottik, Dusun Pasarean di Desa Batupapan, serta Dusun Ratte Popo di Desa Masewe.


    Berdasarkan laporan dari Bhabinkamtibmas Polsek Pana yang menerima informasi dari warga setempat pada pukul 10.30 Wita, api masih menyala di beberapa titik dan belum sepenuhnya padam. Personil kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk bersama-sama masyarakat melakukan upaya pemadaman. Namun, kondisi medan yang berada di area pegunungan dengan akses jalan yang sulit, tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, menjadi kendala utama dalam proses penanganan. Kendaraan petugas dan warga harus diparkir di titik terdekat, dan sisanya ditempuh dengan berjalan kaki.


    Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare, terdiri dari lahan produktif yang ditumbuhi pohon kopi dan pinus, serta hutan non-produktif berupa rumput dan semak belukar. Meskipun lokasi kebakaran berada di luar pemukiman padat, jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer dari rumah warga terdekat. Akibat kobaran api yang merambat, satu unit rumah milik Bapak Roma Maraya turut terbakar habis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.


    Hingga berita ini diturunkan, api belum sepenuhnya padam karena keterbatasan alat pemadam dan minimnya sumber air di lokasi. Masyarakat, TNI, Polri, serta aparat desa setempat terus berjaga dan siaga, serta membersihkan area di sekitar titik api untuk membuat sekat agar api tidak semakin merambat. Pemadaman manual masih terus dilakukan menggunakan alat seadanya seperti ranting daun.


    Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan awal mengarah pada kelalaian warga saat membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, sebuah tradisi yang masih sering dilakukan meskipun berisiko tinggi. Kapolsek Pana IPTU Rudi Yan Mangallo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan jika melihat adanya titik api baru agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.


    (Johar BK)

    Komentar

    Tampilkan