Bantuan tersebut disalurkan kepada 51 Kelompok Tani Gapoktan yang tersebar di berbagai kecamatan di Rejang Lebong. Sumber dana berasal dari APBN 2026 dan saat ini proses fisik di lapangan sedang berjalan.Penegasan BPLIP Palembang
Plt. Kabid Sapras Arianto menjelaskan program Oplah merupakan strategi Kementan dalam mendukung swasembada pangan dan meningkatkan indeks pertanaman.
“Kami di BPLIP Kelas I Palembang berkomitmen mengawal penyaluran bantuan ini sampai tuntas. Prinsipnya tepat sasaran, tepat guna, dan transparan. Kami juga menurunkan Tim dan Penyuluh untuk pendampingan teknis agar 51 Gapoktan di Rejang Lebong benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Plt. Kabid Sapras Arianto.
Realisasi di Curup Selatan
Di Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan," Kelompok Tani Harapan Maju II melaksanakan kegiatan fisik senilai Rp160.800.000.
Ketua Kelompok Tani Harapan Maju II, Pak Tris, mengapresiasi bantuan tersebut.
“Kami sangat terbantu. Saat ini anggota sudah mulai membenahi saluran tersier. Kami berkomitmen melaksanakan sesuai RAB dan petunjuk teknis, agar produksi padi di Rimbo Recap bisa meningkat,” kata Pak Tris, Selasa (14/10/2026).
Selain Rimbo Recap, Desa Lubuk Ubar melalui Kelompok Tani Sahabat Tani juga menerima bantuan serupa senilai Rp143.700.000.
Target 2-3 Kali Tanam Setahun
Kegiatan Oplah meliputi pembenahan saluran, pengolahan tanah, dan pendampingan. Dengan adanya saluran yang baik, petani ditargetkan mampu meningkatkan frekuensi tanam menjadi 2-3 kali dalam setahun, terutama saat musim kemarau.
Pemerintah berharap dengan kucuran dana Rp4 Miliar untuk 51 Gapoktan ini, ketahanan pangan di Kabupaten Rejang Lebong semakin kuat dan kesejahteraan petani meningkat.
(Midi)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









