Bupati berangkat dari Pendopo Idi menuju pusat Kecamatan Simpang Jernih dan bermalam di Kantor Camat sebelum melanjutkan perjalanan ke Rantau Panjang. Rombongan tiba sekitar pukul 12.00 WIB dan disambut warga setempat.
Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi Al-Farlaky ke wilayah Simpang Jernih. Sebelumnya, ia menempuh jalur darat menggunakan sepeda motor trail menuju Gampong Batu Sumbang dan Pante Kera.
Dalam kunjungan ini, Bupati berdialog langsung dengan warga selama lebih dari satu jam. Ia memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan pemulihan rumah warga dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana. Al-Farlaky juga meninjau kondisi Sekolah Dasar, SMP, serta Puskesmas Pembantu (Pustu).
Gampong Rantau Panjang terdiri dari tiga dusun, yaitu Dusun Bidari, Dusun Rube, dan Dusun Jernih. Sebanyak 127 rumah dilaporkan rusak parah akibat bencana.
Untuk akses darat, Rantau Panjang dapat ditempuh melalui Kecamatan Peunaron dan Birem Bayeun dengan waktu tempuh sekitar dua jam dalam kondisi normal. Sementara jalur sungai kerap digunakan warga menuju Kabupaten Aceh Tamiang dengan waktu tempuh sekitar enam jam.
Bupati Al-Farlaky menegaskan pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus pada program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah dengan tingkat kerusakan tinggi. Ia juga menjelaskan kepada warga terkait status hunian sementara (huntara) dan dana tunggu hunian (DTH).
“Penjelasan ini penting agar tidak ada salah paham. Proses pembangunan huntara harus terang benderang. Karena itu, komunikasi lintas kecamatan harus gerak cepat supaya tidak ada data rakyat yang tertinggal,” kata Al-Farlaky kepada wartawan.
Selain itu, Bupati mengajak warga melakukan gotong royong bersama relawan dan TNI untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum. Ia juga menegaskan pemerintah daerah membuka ruang bagi relawan untuk membantu penanganan pascabencana dengan tetap berkoordinasi.
Di akhir kunjungan, Al-Farlaky meminta aparatur gampong dan kecamatan bergerak cepat memastikan pendataan dampak bencana dilakukan secara akurat dan valid.
“Geuchik dan perangkat gampong harus gerak cepat memastikan data yang valid. Kita berharap masyarakat di sini segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkasnya.
(Farhan)






















