Ketua IGKTI Kota Cilegon, Yuyu Yulyati, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi guru TK karena peran guru tidak hanya sebatas sebagai pendidik dan pengajar tetapi sebagai komunikator inspiratif yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak.
“Hari ini Alhamdulillah kami mengadakan kegiatan public speaking untuk Guru TK se-Kota Cilegon. Harapannya para guru lebih percaya diri untuk tampil, menyampaikan gagasan dan ide-ide dengan penuh empati. ujar Yuyu.
Menurutnya, kemampuan public speaking bukan sekadar tentang suara lantang atau susunan kalimat yang indah, melainkan bagaimana guru mampu menyampaikan ketulusan pesan, kejelasan makna dan pesan pembelajaran yang dapat dipahami oleh anak-anak.
“Public speaking itu tidak hanya dibutuhkan di dalam kelas, tapi juga dalam berkomunikasi dengan orang tua murid dan masyarakat. Lisan guru adalah teladan utama bagi anak-anak. Dari lisan guru, lahir anak-anak yang percaya diri, semangat belajar, dan memiliki karakter positif,” jelasnya.
Yuyu menambahkan, guru TK memiliki power yang luar biasa di hadapan murid-muridnya, terutama karena anak usia dini masih berada dalam tahap pembentukan karakter. Oleh karena itu, guru perlu mampu mengimplementasikan dan mempraktikkan komunikasi yang baik dalam setiap aktivitas pembelajaran.
“Pelajaran ini penting disampaikan kepada guru TK karena anak-anak masih dalam masa pembentukan karakter. Guru harus bisa mengaplikasikan dan mempraktikkan bagaimana berkomunikasi yang baik agar anak-anak juga tumbuh percaya diri di kelas, rumah hingga masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuat guru lebih fokus dalam mengajar, lebih percaya diri dalam berkomunikasi, serta mampu menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang tua murid.
Pelatihan public speaking ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, PP PAUD kota Cilegon, para pengawas TK, serta diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari kepala TK dan guru TK se-Kota Cilegon.
(Vie)




