Kondisi banjir di wilayah tersebut dilaporkan merendam pemukiman yang dihuni sekitar 200 Kepala Keluarga (KK). Menanggapi hal itu, langkah tanggap darurat segera dilakukan dengan menyiapkan tiga titik posko pengungsian di wilayah Kecamatan Siwalan, termasuk di Masjid Babadan.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai layanan pendukung di pengungsian untuk menjamin kesejahteraan warga, terutama kelompok rentan.
"Kami hadir langsung bersama jajaran Forkopimda untuk mengecek kondisi Dukuh Babadan. Saat ini, sekitar 120 warga telah kami evakuasi ke posko pengungsian. Kami sudah menyiapkan posko kesehatan dan juga trauma healing untuk anak-anak yang diungsikan. Hari ini dapur lapangan juga sudah mulai disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga," ujar AKBP Rachmad C. Yusuf di lokasi banjir, Sabtu (17/1).
Kapolres menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan pada bulan Januari diprediksi masih sangat tinggi. Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan debit air.
"Banjir ini terjadi karena meluapnya Sungai Siwalan. Kami imbau masyarakat, bilamana rumahnya terdampak cukup parah, agar segera mengungsi ke posko yang telah kami sediakan bersama stakeholder terkait. Jangan memaksakan bertahan jika kondisi membahayakan," tambahnya.
Senada dengan Kapolres, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir mengapresiasi langkah cepat kepolisian dan pemerintah daerah dalam menangani dampak banjir. Ia memastikan kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan dan logistik menjadi prioritas utama.
"Kita sudah siapkan tenaga kesehatan agar warga yang mulai mengeluh sakit bisa segera diobati. Dinas Sosial juga terus mengoordinasikan kebutuhan mendesak melalui dapur umum. Selain itu, kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar kegiatan belajar tetap berjalan dari rumah bagi anak-anak yang terdampak," jelas Abdul Munir.
Ia juga meminta para Kepala Desa untuk memantau situasi di wilayahnya selama 24 jam penuh mengingat cuaca yang tidak menentu.
"Kami berharap banjir ini bisa segera surut dalam waktu dekat. Kepada masyarakat, tetap siaga dan waspada. Jika tanda-tanda air meningkat kembali, segera laporkan dan bersiap untuk dievakuasi demi keselamatan bersama," pungkas Ketua DPRD.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah di tengah genangan air ini memberikan suntikan moral bagi warga Dukuh Babadan. Saat ini, bantuan berupa bahan pokok dan makanan terus disalurkan guna meringankan beban warga selama berada di posko pengungsian.
(Riki)























