-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Gerak Cepat, Polisi Evakuasi Puluhan Warga Terdampak Banjir di Siwalan Pekalongan

    Saturday, January 17, 2026, 20:44 WIB Last Updated 2026-01-17T13:44:40Z

    PEKALONGAN  - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Sebanyak 68 warga di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, terpaksa dievakuasi ke posko pengungsian setelah air merendam pemukiman mereka pada Sabtu (17/01/2026) dini hari.


    Banjir mulai masuk ke pemukiman warga di Dukuh Babadan dan Dukuh Tugurejo sekitar pukul 01.00 wib. Hal ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hukum Polsek Sragi sejak Jumat (16/1) malam. 


    Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui ​Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito, S.H., mengonfirmasi bahwa debit air di lokasi terdampak mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter.


    ​"Benar telah terjadi banjir di Dukuh Babadan dan Dukuh Tugurejo, Desa Pait. Ketinggian air rata-rata berkisar antara 30 cm hingga 50 cm," ujar Ipda Warsito dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).


    ​Ipda Warsito menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Sebanyak 68 warga yang terdampak kini telah diungsikan ke Posko Banjir Desa Pait, tepatnya di rumah dinas PT. Lokatex demi keamanan.


    ​"Personel gabungan yang terdiri dari personel TNI-Polri,  tim BPBD Kabupaten Pekalongan, serta pihak kecamatan dan perangkat desa sudah berada di lokasi. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga, terutama lansia dan anak-anak," jelasnya.


    ​Berdasarkan data di lapangan, wilayah yang terdampak cukup parah meliputi

    ​Dukuh Tugurejo: Rt. 001/Rw. 005 dengan ketinggian air 30-50 cm dan ​Dukuh Babadan: Rt. 01 & 02/Rw. 06, serta Rt. 01 & 02/Rw.07.


    Petugas di lapangan saat ini terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah.


    ​Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya kenaikan debit air jika hujan kembali turun. 


    (Riki)

    Komentar

    Tampilkan